Sinergitas TNI-Polri Wujud Modal Dasar Percepatan Pembangunan di Papua

JurnalPatroliNews – Jayapura,- Di Hari ketiga Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) di wilayah Jayapura mengunjungi Kodam XVII/Cenderawasih untuk memberikan pengarahan kepada para Komandan Satuan TNI dan Satgas TNI Wilayah Papua, dilanjutkan kunjungan ke Polda Papua, Kamis (19/05/2022).

Pada saat Kunjungan kerja ke Polda Papua, Kapolda Papua, Irjen. Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K. menyambut sangat positif kehadiran Pangkogabwilhan III guna mengkoordinasikan  penegakan hukum di papua, selanjutnya  menjelaskan tentang keberhasilan Kamtibmas di Papua oleh sinergisitas TNI-Polri. Juga merasa sangat terbantu dalam Tugas Kamtibmas oleh kebijakan Panglima TNI menerapkan pembinaan teritorial dan komsos dengan  mengedepankan penegakan hukum oleh Polri.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Pangkogabwilhan III mengatakan bahwa sinergitas TNI-Polri di Papua harga mati, dari dulu sudah terjalin sangat baik.  Kita lihat saja penugasan aparat di pedalaman, Pos-Pos Polisi dan Posramil, dengan kekuatan terbatas mampu bersinergi melaksanakan tugas diwilayahnya,  ini karena selalu koordinasi, bersinergi saling bantu bahu membahu dalam menyelesaikan  masalah, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, bahkan di awal masa Pandemi Covid-19 peran TNi Polri luar biasa membantu Pemerintah melaksanakan Pendisiplinan Masyarakat  (PSBB, PPKM level-4 dll) dimana terjadi penolakan sampai mengatasi Demo penolakan Vaksinasi, disitulah TNI-Polri bersama-sama memberikan pemahaman dan mensosialisasikan program Pemerintah. Termasuk juga sinergitas penanganan keamanan di wilayah Papua, SATGAS Nemangkawi ,” ujar Pangkogabwilhan III

Pangkogabwilhan III juga menyinggung tentang perubahan Konsep Operasi TNI di Papua, yang selama ini dalam bentuk Satgas Pamrahwan berubah menjadi Satgas Wilayah Kodim dan Koramil melalui kegiatan Binter dan Komsos dengan mengedepankan penegakan hukum oleh Polri dalam upaya percepatan pembangunan kesejahteraan sebagaimana yang diharapkan oleh Inpres Nomor 9 Tahun 2020.

“Situasi diwilayah Papua terkait dinamika sosial masyarakat bahwa integrasi secara teritori masyarakat Papua sudah final, mengerti kalau mereka bagian dari NKRI, tapi yang masih dirasa adalah integrasi manusianya, itu yang masih belum sepenuhnya diterima, mereka merasa dianaktirikan, belum adanya kesejahteraan dan keadilan, yang sebenarnya kita saat ini sedang kerja keras untuk mengajak saudara- saudara kita bangkit bangun mengejar ketertinggalannya, nah itu yang harus kita jawab di lapangan dengan mendukung program Pemerintah dalam percepatan pembangunan ” jelas Letjen I Nyoman Cantiasa.

Pos terkait