Terjunkan Tim Labfor dan Pasang Police Line, Polda Jateng Cek TKP Kebakaran Kantor BPN Klaten

Foto: Ruangan arsip di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terbakar pada pukul 17.40 WIB, Sabtu (22/5). (temanduduk.id)

JurnalPatroliNews – Klaten,– Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Jawa Tengah. Garis polisi pun dipasang di sekitar lokasi.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. Polres sudah berkoordinasi dengan laboratorium forensik Polda Jateng.

“Kita ini lagi koordinasi dengan labfor Polda Jateng. Ini nanti Polda Jateng,” ujar Andriansyah di lokasi, Sabtu (22/5/2021).

Andriansyah menyebut Polres bersama tim INAFIS sudah mengecek lokasi. Mereka juga sudah melakukan olah TKP.

“Kita hanya cek dan olah TKP saja dan pasangan police line. Dugaan apa belum bisa diduga sebab kita belum bisa masuk, ” lanjut Andriansyah.

Pantauan rekan media di lokasi, garis polisi dipasang di gang di depan gedung arsip. Selain itu garis polisi dipasang di belakang gedung yang terbakar.

Tim INAFIS Polres Klaten berada di lokasi sekitar satu jam. Pantuan di lokasi, tim labfor keluar pukul 21.20 WIB tidak membawa barang bukti dan hanya peralatan dokumentasi.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran di kantor BPN Klaten diduga terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB.

“Satu ruangan yang cukup parah terbakar. Isinya tempat-tempat arsip,” ungkap Kasatpol PP dan pemadaman kebakaran Pemkab Klaten, Joko Hendrawan pada wartawan di lokasi, Sabtu (22/5).

Sementara itu, Sehman (63) penjual mi ayam persis di depan kantor BPN menceritakan kejadian kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB. Asap terlihat oleh para pemuda warga Bareng Lor.

“Kejadiannya habis magrib sekitar pukul 18.00 WIB. Yang tahu pertama para pemuda warga Bareng Lor lalu datang ke sini (kantor),” jelas Sehman pada rekan media di lokasi.

Setelah mengetahui ada asap, lanjut Sehman, dirinya bersama para pemuda mencari penjaga gedung kantor.

“Kita cari yang jaga tapi tidak bertemu. Katanya baru mandi sehingga langsung lapor ke pemadam,” kata Sehman.

Hal senada juga disampaikan Sukirno (53), warga Bareng Lor yang berada di belakang gedung arsip itu. Menurutnya terlihat asap tebal membubung tinggi.

“Tahu-tahu ada asap tebal. Lalu masyarakat ngebel pemadam tapi mengalami kesulitan masuk ke lokasi,” terang Sukirno pada wartawan.

(*/lk)

Pos terkait