Vaksinasi Covid-19 tidak Bisa Jadi Syarat untuk Bepergian! WHO : Vaksin Belum Terbukti Ampuh Secara Ilmiah

  • Whatsapp
Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus - Foto: Reuters

Jurnalpatrolinews – Jakarta : Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) tak menganjurkan bukti vaksinasi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 sebagai satu-satunya syarat untuk melakukan perjalanan internasional. 

Sebab, katanya, kemanjuran vaksin dalam penularan virus tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Bacaan Lainnya

Komite Darurat WHO, yang terdiri dari 19 ahli independen, mengadakan pertemuan keenam dalam setahun karena jumlah kematian global akibat pandemi mencapai dua juta di antara lebih dari 90 juta kasus COVID-19.

Para ahli mengeluarkan serangkaian rekomendasi, yang diterima oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan dikirim ke 194 negara anggota badan PBB itu.

“Saat ini, tidak memperkenalkan persyaratan bukti vaksinasi atau imunitas untuk perjalanan internasional sebagai syarat satu-satunya, karena masih ada ketidakpastian yang kritis mengenai kemanjuran vaksinasi dalam mengurangi penularan dan terbatasnya ketersediaan vaksin,” kata panel WHO.

“Bukti vaksinasi seharusnya tidak mengecualikan pelancong internasional dari mematuhi langkah-langkah pengurangan risiko perjalanan lainnya (seperti tes swab),” lanjut Tedros, dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (17/01/2021).

Didier Houssin, ketua panel, mengatakan bahwa alasan itu cukup masuk akal. Sebab, ada perbedaan besar di antara negara-negara tentang pengujian, karantina dan larangan perjalanan, yang menyebabkan dunia masih ‘lumpuh’.

Didier menyarankan agar WHO mengambil langkah tegas untuk membuat pedoman yang jelas untuk persyaratan yang aman dalam bepergian. Senada, ahli darurat utama WHO Mike Ryan, mengatakan bahwa saat ini bukti ilmiah tidak lengkap dan vaksin belum merata di tiap negara.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh melakukannya (syarat bukti vaksinasi) sekarang dan tetap membuat pembatasan yang perlu saat bepergian,” terangnya.   (bizlaw)

Pos terkait