JurnalPatroliNews – JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Danantara mengungkapkan anak usahanya, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), akan mulai bertransformasi menjadi trader komoditas ekspor mulai awal 2027.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan pengelolaan ekspor komoditas strategis oleh PT DSI akan dilakukan dalam dua tahap.
Menurutnya, tahap pertama akan berlangsung mulai Juni hingga Desember 2026. Pada fase ini, PT DSI akan berperan sebagai perantara antara eksportir domestik dengan pembeli komoditas di pasar internasional.
Selain menjadi fasilitator transaksi, perusahaan juga akan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kesesuaian harga transaksi dengan harga pasar global.
“Di fase pertama DSI ini akan menjadi fungsi penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas-komoditas tertentu yang akan diekspor,” ujar Rohan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (20/5/2026).
Memasuki tahap kedua mulai Januari 2027, PT DSI disebut akan menjalankan fungsi yang lebih besar sebagai trader komoditas. Dalam skema tersebut, perusahaan akan membeli langsung produk ekspor dari pelaku usaha dalam negeri, termasuk sektor kelapa sawit dan pertambangan, sebelum dijual kembali ke pasar internasional.
“Dia akan langsung membeli dan dia akan langsung sendiri menjual ke market internasional barang-barang ekspor ini,” kata Rohan.
Melalui mekanisme itu, risiko fluktuasi harga dan penjualan di pasar global akan ditanggung oleh PT DSI. Sementara eksportir dalam negeri tetap dapat menerima pembayaran lebih cepat dan pasti.
“Artinya membeli itu membayar kepada eksportir, dia pegang barang jadi risiko jual belinya ada di PT DSI dan dia akan menjual ke market bebas, ke luar negeri,” lanjutnya.
Danantara menilai model bisnis tersebut juga berpotensi memperkuat devisa negara karena hasil penjualan ekspor akan diterima terlebih dahulu dalam bentuk valuta asing oleh PT DSI sebelum dibawa kembali ke Indonesia.
“Dana itu akan kembali ke Indonesia secara penuh untuk hasil penjualannya,” tandas Rohan.














