Mitras Dudi Gelar Pelatihan Pengembangan UMKM Berbasis Vokasi

  • Whatsapp
Foto: UMKM

JurnalPatroliNews – Bogor,– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), menggelar acara pelatihan atau kelas offline dalam pengembangan kualitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pelatihan bertema “Membangun Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi, Dengan UMKM Jalan Strategis Membangun Ekonomi Nasional” tersebut, membahas mengenai seluk beluk inkubasi bisnis dan pengembangan sektor UMKM berbasis pendidikan vokasi.

Bacaan Lainnya

Direktur Mitras Dudi, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Ahmad Saufi mengatakan, pelatihan yang digelar selama 2 hari pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 25-26 September 2020 tersebut menghadirkan pembicara dari Mitras DUDI, LPPM Institut Pertanian Bogor yakni Rokhani Hasbullah, pengusaha sekaligus pemrakarsa OKE OCE, Sandiaga Salahuddin Uno hingga perwakilan pembiayaan UMUM BRI Syariah.

“Inkubator bisnis berperan penting bagi pelaku usaha yang baru merintis dan belum mengetahui seluk beluk pemasaran hingga akuntansi keuangan. Dalam pelatihan ini, calon usahawan dan mitra kerja kami bisa saling bertukar pikiran terkait berbagai permasalahan yang ada di sektor UMKM”, ujar Saufi, di Aston Hotel & Resort Bogor, Kamis (25/09/20).

Menurutnya, selama ini pelaku UMKM kerap diselipi oleh permasalahan-permasalahan dasar. Sehingga, kelas ini diharapkan bisa memberikan ruang bagi sektor UMKM untuk dapat menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan pendidikan tinggi vokasi. Selain itu, pembentukan pengetahuan dan wawasan manajemen atau keuangan dalam pengembangan sektor UMKM bisa didapatkan melalui pelatihan ini.

“Ada banyak sekali permasalahan di UMKM khususnya usaha mikro yang kami lihat. Permasalahan inilah yang harus kami dengar terutama terkait inventaris dan sesegera mungkin harus dicari solusinya”, tambahnya.

Untuk itu, Saufi juga menjelaskan solusi yang ditawarkan oleh Mitras DUDI dalam menghadapi tantangan tersebut diantaranya dengan menyediakan 2.200 lebih Politeknik dan sekolah-sekolah vokasi dibawah pembinaan Ditjen Pendidikan Vokasi bagi UMKM. Pengembangan, inovasi UMKM hingga efisiensi melalui peran teknologi juga ditawarkan dalam ruang sarana pendidikan vokasi tersebut.

“Ini kewajiban kami dalam memecahkan permasalahn tersebut. Caranya kami tidak langsung memberikan permodalan, tetap memberikan insentif pendidikan vokasi agar solusi-solusi dari permasalahan dasar ini bisa ditemukan”, jelas Saufi.

[cnbc]

Pos terkait