Pers Babel Geram! PJS dan KBO Babel Minta Evaluasi Total Lapas Narkotika Pangkalpinang

Meski penuh kritik, PJS dan KBO Babel tetap menegaskan komitmennya mendukung langkah pembenahan yang dilakukan Ditjenpas Babel. Mereka menyatakan insan pers siap menjadi mitra kontrol sosial demi menjaga marwah lembaga pemasyarakatan tetap berjalan sesuai aturan.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kepala Kanwil Ditjenpas Babel, Ade Agustina, memilih membuka ruang dialog secara terbuka. Bahkan dalam audiensi itu, ia tampak mencatat langsung berbagai poin masukan yang disampaikan peserta.

Dengan nada tegas, Ade memastikan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap oknum petugas maupun pimpinan lapas yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Silakan media menyampaikan kritik dan masukan. Itu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan pembenahan,” ujarnya.

Ade bahkan melontarkan pernyataan keras yang langsung disambut tepuk tangan peserta audiensi.

“Kalau memang benar ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pimpinan maupun petugas Lapas, saya pastikan akan kami copot,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi sorotan utama dalam audiensi yang berlangsung cukup dinamis tersebut.

Selain dihadiri insan pers dan jajaran Kanwil Ditjenpas Babel, kegiatan itu juga mendapat pengawalan dari Polresta Pangkalpinang melalui Kasat Intelkam AKP Sirait bersama sejumlah personel.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Sirait mengapresiasi langkah media yang memilih jalur dialog dibanding turun ke jalan dengan mengerahkan massa.

Menurutnya, penyampaian kritik secara terbuka dan elegan melalui audiensi jauh lebih konstruktif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah mempertimbangkan untuk tidak melakukan aksi dengan melibatkan massa dan ikut mendukung terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif. Kritik dan saran bisa disampaikan secara elegan tanpa harus melalui unjuk rasa,” ujar Sirait.

Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk mendukung berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Ditjenpas Babel, terutama dalam pengawasan lingkungan pemasyarakatan.

Audiensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum seremonial semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya evaluasi nyata terhadap sistem pengawasan dan pembinaan di seluruh lapas di Bangka Belitung.

Sorotan terhadap Lapas Narkotika Pangkalpinang kini bukan lagi sekadar isu internal lembaga, tetapi telah menjadi perhatian publik yang menuntut jawaban dan tindakan konkret dari pihak terkait.