Bimbing UMKM, BNI Tidak Hanya Gelontorkan Pinjaman Tapi Juga Strategi Usaha Untuk Bisa Naik Kelas

Bank Negara Indonesia/Net

JurnalPatroliNews – Jakarta, – Jemmy Pranyoto, menjadi nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sudah lebih dari 10 tahun. Ia merupakan perwakilan Golden Nest Corporation Amerika Serikat, memanfaatkan fasilitas kredit dari BNI untuk modal kerja disana. Ia mengaku, kesan selama belasan tahun menjadi nasabah BNI adalah fleksibilitas BNI dalam mendukung UMKM di luar Negeri untuk tumbuh, tak tertandingi.

“BNI secara keseluruhan memberikan perhatian, pendidikan, pengarahan. Secara keseluruhan mereka kompak membantu kami para UMKM untuk bisa berkembang ke arah yang lebih tinggi,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (6/5/22).

Bacaan Lainnya

Ia bercerita, pertama kali bekerja sama dengan BNI, saat itu perusahaannya masih 100 persen Importir dan distributor. Baru 10 tahun belakangan ini, Golden Nest Corporation mulai Ekspansi bergerak ke pabrik makanan.

Ia mengungkapkan, keluwesan BNI dalam membantu nasabah UMKM sulit dilupakan. Diatas kertas, kerja sama dirinya dengan BNI, hanya sebatas pembiayaan untuk modal kerja, namun BNI justru memberikan lebih dari sekadar pinjaman.

Ia membeberkan, BNI memberikan ‘paket full’ untuk mendukung UMKM di luar Negeri, untuk naik kelas. BNI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, akan tetapi juga memberikan masukan, saran dan bimbingan, sehingga UMKM di luar Negeri, dapat terus berkembang.

Meski hanya berfokus dalam menyalurkan modal kerja, Jemmy bercerita, sangat serius dalam melayani dan mendorong nasabahnya, khususnya UMKM, untuk menjadi lebih baik.

“Saya melihat BNI benar-benar sangat memperhatikan mereka. Selama 10 tahun saya dengan BNI, hampir setiap pergantian General Manager, selalu mendapat kunjungan kerja ke pabrik saya, dan kemudian kita melakukan diskusi. Hal seperti itu, walaupun secara tertulis hanya modal kerja, tetapi sebenarnya BNI memberikan perhatian, pendidikan dan pengarahan,” ungkapnya.

Rosan Roeslani, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, mengatakan, perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat saat ini sudah sangat signifikan, yakni naik 36% mencapai US$37 miliar dengan surplus mencapai US$14,1 miliar pada tahun lalu.

Ia menambahkan, ada 200 ribu lebih Diaspora Indonesia, yang tersebar di seluruh Negara bagian di Amerika. Kebutuhan produk perbankan diaspora ini sangat beragam, sehingga diperlukan Produk dan Program inovatif.

Ia menyebut, pertumbuhan kinerja perdagangan tersebut, merupakan hasil dari dukungan Komprehensif dari BNI. Terlebih BNI cabang New York, memiliki kemampuan untuk merangkul 200 ribu orang Diaspora Indonesia di Amerika dengan membentuk ekosistem ekonomi.

Pos terkait