Ekonomi

Cabai Rawit Ngamuk, Pedagang Sebut Bisa Naik Lagi Jelang Nataru

Beno
×

Cabai Rawit Ngamuk, Pedagang Sebut Bisa Naik Lagi Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi – Cabai di pasar tradisional. (Foto: GATRA/Ridlo S)

JurnalPatroliNews – Jakarta, – Harga cabai dipasaran, tengah mengamuk belakangan ini. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga cabai rawit merah di Jakarta Barat, telah menembus Rp 130 ribu per kg.

Abdullah Mansuri, Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang pasar Indonesia (Ikappi), mengungkapkan, melesatnya harga cabai ini, sudah ia bayangkan jauh-jauh hari. Ia menyebut, melambungnya harga cabai, sudah dalam 3 bulan terakhir.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

“Sebenarnya ini sudah kami perkirakan jauh-jauh hari, dan harga ini kan sebenarnya sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan terakhir,” ungkapnya, Minggu (10/12/23).

Ia memperediksi, harga cabai akan tetap tinggi hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti. Bahkan, lanjutnya, harga cabai diperkirakan mulai turun pertengahan atau akhir Januari 2024

Abdullah menilai, tingginya harga cabai saat ini belum dipengaruhi oleh kenaikan permintaan. Dia memperkirakan, harga cabai masih akan meningkat jelang Nataru.

“Ini saja, belum ada kenaikan permintaan di Nataru. Kami prediksi permintaan Nataru, satu minggu sebelum Natal, paling nggak 3 hari sebelum Natal, puncaknya sebenarnya di 1-2 hari sebelum Natal, tapi tinggi-tingginya permintaan itu 3 hari sebelum Natal. Begitu juga Tahun Baru,” ujarnya.

Ia berharap, Pemerintah segera turun tangan mengantisipasi tingginya harga cabai tersebut. Salah satu caranya, dengan memberikan subsidi distribusi kepada wilayah-wilayah yang harga cabainya tinggi, dan kebutuhannya cukup besar seperti Jabodetabek.

Senada, Yanto, pedagang dipasar Serpong, Tangerang Selatan, menyebut, harga cabai standarnya Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. Namun, harga cabai saat ini malah telah tembus Rp 120 ribu per kg, dan itupun belum memasuki Nataru.

“Saat ini Rp 100 ribu per kg, malah sudah ada yang jual sampai Rp 120 ribu per kg. Ini belum masuk Natal dan Tahun Baru, bisa gak terkendali lagi nanti,” tutur Yanto kepada media ini, Minggu (10/12/23).

Penulis: EDHAEditor: Beno