JurnalPatroliNews – Jakarta – Gagasan Program Gentengisasi yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto menuai respons positif dari kalangan legislatif. Program ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas rumah masyarakat sekaligus memberi efek berantai bagi perekonomian rakyat.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan semangat pemerintahan yang mengedepankan kebutuhan dasar warga. Program Gentengisasi dirancang untuk mengganti atap seng yang mudah panas dan rentan berkarat dengan genteng yang lebih layak dan ramah lingkungan, sebagai bagian dari gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
“Presiden tentu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama,” ujar Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, Gentengisasi bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan kebijakan yang menyentuh langsung denyut ekonomi masyarakat. Pelaksanaan program ini diyakini mampu menggerakkan industri kecil, termasuk pelaku UMKM yang bergerak di sektor bahan bangunan.
Herman menilai, keterlibatan sektor usaha rakyat dalam program tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas lapangan kerja di tingkat lokal.
Terkait peran parlemen, ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kewenangan presiden dalam menetapkan kebijakan strategis nasional. Meski demikian, DPR tetap memiliki fungsi pengawasan agar pelaksanaannya berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Akuntabilitas keuangan negara tetap menjadi prinsip yang harus dijaga. Kejelasan mekanisme dan penanggung jawab program sangat penting sebelum implementasi dilakukan,” tutupnya.














