5. Partisipasi Indonesia dalam Forum Baja Global
Indonesia akan bergabung dalam Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC), sebuah inisiatif internasional untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas produksi baja global yang selama ini memengaruhi harga dan merugikan produsen dalam negeri.
6. Impor Produk Pertanian AS Lebih Mudah
Indonesia berkomitmen menghapus semua izin impor untuk komoditas pangan dan pertanian dari AS. Negara ini juga akan memberikan status Fresh Food of Plant Origin (FFPO) permanen bagi produk nabati tertentu serta mengakui sertifikasi makanan dari otoritas pangan AS untuk daging, unggas, dan susu.
7. Pembukaan Akses Jasa dan Perdagangan Digital
Di sektor digital, Indonesia akan membebaskan produk non-fisik dari tarif dan mendukung kebijakan global yang menangguhkan bea atas transmisi elektronik. Selain itu, pertukaran data pribadi ke AS akan diizinkan, dengan pengakuan atas standar perlindungan data yang dianggap memadai.
8. Standar Perlindungan Tenaga Kerja Diperkuat
Indonesia akan memperkuat perlindungan hak pekerja, termasuk pelarangan impor barang hasil kerja paksa, penguatan hak serikat pekerja, dan peningkatan pengawasan ketenagakerjaan. Ini sejalan dengan prinsip perdagangan yang inklusif dan berkeadilan.
9. Komitmen Terhadap Isu Lingkungan
Indonesia akan memperkuat pengawasan sektor kehutanan, menghapus praktik perdagangan kayu ilegal, dan menjalankan aturan WTO terkait subsidi sektor perikanan. Upaya serius juga diarahkan untuk memberantas penangkapan ikan dan perdagangan satwa secara ilegal.
10. Pelonggaran Ekspor Komoditas Strategis
Pemerintah Indonesia akan mencabut larangan ekspor atas bahan mentah strategis seperti nikel dan tembaga. Langkah ini mendukung kebutuhan industri AS di sektor energi, teknologi tinggi, dan pertahanan.
11. Penguatan Rantai Pasok dan Keamanan Ekonomi
Kedua negara menyepakati kolaborasi lebih erat dalam pengamanan rantai pasok dan ekonomi, termasuk pengawasan ekspor, penyaringan investasi asing, serta tindakan pencegahan terhadap praktik manipulatif seperti penghindaran bea masuk dan perdagangan tidak sah di sektor bernilai tinggi seperti semikonduktor.
12. Kesepakatan Komersial Bernilai Puluhan Miliar Dolar
Sebagai hasil awal dari kerja sama ini, sejumlah transaksi besar diumumkan. Indonesia akan membeli pesawat buatan AS senilai USD 3,2 miliar, mengimpor produk pertanian senilai USD 4,5 miliar, serta berinvestasi di sektor energi dan LNG hingga USD 15 miliar.
Kesepakatan ini menandai tonggak baru dalam hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, dengan fokus pada keterbukaan pasar, prinsip timbal balik, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.













