JurnalPatroliNews – Jakarta -Kebakaran hutan berskala besar kembali melanda negara bagian Washington, Amerika Serikat, memicu situasi darurat yang memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Luas area yang terdampak dilaporkan telah melampaui 100 ribu hektare, sementara puluhan titik api masih terus berkobar akibat kombinasi cuaca panas, angin kencang, dan kondisi vegetasi yang kering.
Berdasarkan laporan Reuters, Minggu (2/8/2026), sekitar 4.000 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani lebih dari selusin kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Washington.
Menghadapi situasi tersebut, Gubernur Washington Bob Ferguson menetapkan status darurat sekaligus memberlakukan larangan aktivitas pembakaran di seluruh wilayah negara bagian sebagai langkah mencegah munculnya titik api baru.
“Negara bagian kita menghadapi situasi yang sangat serius dengan banyaknya kebakaran,” ujar Ferguson.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka. Namun, pemerintah daerah mengingatkan bahwa ancaman kebakaran masih tinggi mengingat prakiraan cuaca menunjukkan kondisi panas dan angin kencang diperkirakan berlanjut sepanjang akhir pekan.
Salah satu kawasan yang mengalami dampak paling serius adalah Kota Spokane, yang berpenduduk sekitar 230 ribu jiwa. Di wilayah tersebut, Old Trails Fire telah membakar sedikitnya 1.214 hektare lahan dan mengancam sekitar 4.000 bangunan.
Sejumlah fasilitas vital juga ikut terdampak sehingga harus dievakuasi, termasuk instalasi pengolahan air, pembangkit listrik berbasis limbah, hingga rumah sakit Department of Veterans Affairs.
Wali Kota Spokane, Lisa Brown, mengungkapkan sedikitnya 200 rumah telah dikosongkan hingga Sabtu (1/8/2026) sore waktu setempat. Menurutnya, jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring pergerakan api yang masih sulit diprediksi.
“Ini adalah wilayah kota yang luas, jadi saya berasumsi jumlahnya akan lebih dari itu,” kata Brown.
Selain mengancam permukiman, kebakaran juga mengganggu layanan publik. Perusahaan utilitas Avista melaporkan sekitar 60 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik akibat jaringan distribusi terdampak kebakaran.
Komisioner Lahan Publik Washington, Dave Upthegrove, menyebut luas kebakaran hutan sepanjang musim panas tahun ini telah mencapai sekitar 182 ribu hektare, jauh melampaui kondisi yang biasa terjadi.
“Ini tidak normal. Di seluruh negara bagian Washington, kita melihat kebakaran hebat berkobar,” ujarnya.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemerintah Washington mendapat dukungan dari Garda Nasional serta tim pemadam kebakaran yang didatangkan dari lebih dari selusin negara bagian di Amerika Serikat.
Sementara itu, Mayor Jenderal Gent Welsh menggambarkan kebakaran yang terjadi sebagai sebuah tragedi besar. Ia memperingatkan bahwa dampak kerusakan diperkirakan akan semakin terlihat setelah proses pemetaan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
“Sungguh tragis apa yang kita lihat di sana. Saat matahari terbenam dan matahari terbit di pagi hari, saya rasa kita akan terkejut melihat beberapa pemandangan yang muncul di sana,” ujarnya.
Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh instruksi evakuasi dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran baru, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.















Komentar