JurnalPatroliNews – Jakarta – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Iran melakukan perlawanan sengit terhadap gelombang serangan udara yang dilancarkan oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat ke sejumlah situs strategis di dalam negaranya
Dalam serangan balasan tersebut, otoritas keamanan Iran mengeklaim telah berhasil merontokkan pesawat tanpa awak atau drone tempur canggih jenis MQ-9 milik Amerika Serikat bersama dengan satu unit pesawat tempur utama lainnya
Komando Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC melalui kantor berita resmi Sepah memaparkan bahwa armada pesawat militer asing tersebut terdeteksi menyusup masuk ke dalam ruang udara kedaulatan Iran dari arah perairan Teluk Persia
Unit armada pertahanan udara khusus IRGC yang bersiaga penuh dilaporkan langsung melakukan identifikasi taktis terhadap pergerakan objek asing tersebut sebelum akhirnya melepaskan tembakan misil yang menghancurkannya
Tidak berhenti sampai di situ, kekuatan militer elite Teheran tersebut juga mengumumkan keberhasilan unit artileri mereka dalam melumpuhkan beberapa armada udara Amerika Serikat lainnya di atas langit Iran
Satu unit drone pengintai jenis RQ-4 dilaporkan runtuh terhantam rudal, disusul dengan jatuhnya satu unit jet tempur siluman paling canggih milik Pentagon yakni jenis F-35
Amerika Serikat Klaim Luncurkan Serangan Bela Diri di Tengah Gencatan Senjata
Di sisi lain, markas besar militer Amerika Serikat memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya operasi serangan udara masif yang diarahkan ke sejumlah target militer di wilayah selatan Iran pada Senin waktu setempat
Sasaran penghancuran dari hulu ledak militer Washington dilaporkan meliputi beberapa titik instalasi lokasi peluncuran rudal serta barisan kapal milik IRGC yang diindikasikan kuat hendak menebar ranjau laut di jalur pelayaran
Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM berdalih bahwa operasi penggempuran udara tersebut terpaksa ditempuh sebagai langkah pembelaan diri yang sah di tengah berjalannya koridor gencatan senjata
Juru bicara resmi CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, mengutarakan bahwa pergerakan pasukannya di wilayah Iran Selatan murni ditujukan untuk melindungi keselamatan personel Amerika dari ancaman nyata pasukan lokal
Kendati mengakui telah meluluhlantakkan kapal penyebar ranjau dan basis rudal Iran, pihak Pentagon enggan memaparkan secara rinci mengenai titik koordinat pasti maupun akumulasi kerusakan materiil akibat operasi tersebut
Hawkins menambahkan bahwa pos komando tertinggi Amerika Serikat akan terus mengawal keselamatan pasukan garis depan dengan tetap mengedepankan prinsip menahan diri selama masa gencatan senjata masih diakui kedua pihak
Sebelum klaim saling tembak ini mencuat ke publik, sejumlah media domestik Iran mengabarkan adanya dentuman ledakan keras yang menggelegar di kota pelabuhan penting Bandar Abbas
Suara gemuruh ledakan serupa juga dilaporkan terdengar jelas oleh warga yang bermukim di wilayah Sirik serta kawasan Jask yang berada di sepanjang garis pesisir strategis Teluk
Hingga berita ini diturunkan, jajaran pemerintahan pusat di Teheran belum merilis dokumen resmi maupun tanggapan diplomasi formal untuk merespons klaim sepihak dari militer Amerika Serikat tersebut








