Hegseth Minta Pasukan AS Tetap Siaga Hadapi Potensi Konflik di Timur Tengah


JurnalPatroliNews – SINGAPURA — Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, meminta pasukan militer AS untuk tetap berada dalam kondisi siap tempur menghadapi kemungkinan konflik di Timur Tengah.

Pesan tersebut disampaikan Hegseth saat mengikuti sesi latihan fisik bersama personel militer AS di atas kapal perang USS Boxer yang sedang berada di Singapura.

Dalam video yang diunggah melalui media sosial, Hegseth terlihat mengikuti latihan kekuatan bersama para prajurit sebelum memberikan arahan terkait kesiapsiagaan militer.

“Kalian harus siap dan siaga untuk perang di Timur Tengah jika dan ketika dipanggil,” kata Hegseth kepada para personel militer, Sabtu (30/5/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap perkembangan hubungan dengan Iran yang masih menjadi fokus utama kebijakan luar negeri dan keamanan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali menekan Iran agar menerima kesepakatan yang sedang dibahas dengan Washington. Dalam rapat kabinet yang digelar pekan ini, Trump menegaskan bahwa Teheran memiliki dua pilihan, yakni menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi atau menghadapi konsekuensi dari kekuatan militer AS.

Dalam kesempatan itu, Trump bahkan menunjuk Hegseth yang berada di sampingnya saat menyampaikan pernyataan tersebut.

“Iran bisa melakukannya dengan cara yang benar melalui kesepakatan di meja perundingan, atau mereka bisa berurusan dengan orang saya di sebelah kiri. Sebenarnya bukan dia, tetapi kalian,” ujar Trump, merujuk pada kekuatan militer Amerika Serikat.

Kunjungan Hegseth ke Singapura merupakan bagian dari agenda menghadiri Dialog Shangri-La ke-23, forum pertahanan dan keamanan terbesar di Asia yang mempertemukan para menteri pertahanan, pejabat militer, akademisi, dan pakar keamanan dari berbagai negara.

Forum tersebut berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, persaingan strategis di kawasan Indo-Pasifik, serta berbagai isu keamanan internasional yang menjadi perhatian komunitas global.

Pernyataan Hegseth sekaligus menegaskan bahwa militer AS tetap mempertahankan tingkat kesiapsiagaan tinggi meskipun upaya diplomasi dengan Iran masih terus berlangsung.