India Batalkan Rencana Pembelian Alutsista AS, Protes Tarif Tinggi yang Ditetapkan Trump

Seorang pejabat India menyebut kemitraan pertahanan dengan AS, termasuk pertukaran intelijen dan latihan militer gabungan, tetap berlangsung tanpa hambatan. India juga bersedia mengurangi pembelian minyak dari Rusia jika mendapatkan penawaran harga serupa dari pemasok lain, termasuk Amerika.

Namun, dua sumber di India menyatakan ancaman Trump dan meningkatnya sentimen anti-AS di dalam negeri membuat posisi Perdana Menteri Narendra Modi sulit secara politik untuk sepenuhnya beralih dari Rusia ke Amerika. Terlebih, diskon minyak Rusia kini berada di titik terendah sejak 2022.

Hubungan kedua negara sebelumnya sudah diwarnai gesekan. India beberapa kali membantah klaim Trump bahwa Washington menjadi mediator gencatan senjata antara India dan Pakistan setelah bentrokan empat hari pada Mei lalu. Ketegangan semakin meningkat ketika Trump menerima kunjungan panglima militer Pakistan di Gedung Putih hanya beberapa minggu usai konflik tersebut.

Di tengah dinamika ini, Rusia dikabarkan menawarkan teknologi pertahanan mutakhir seperti sistem rudal S-500 kepada India. Meski begitu, dua pejabat India menegaskan saat ini tidak ada kebutuhan mendesak membeli senjata baru dari Moskow. Walau begitu, mereka mengakui India hampir pasti akan terus mengandalkan sebagian sistem persenjataan Rusia mengingat kerja sama militer kedua negara telah terjalin selama puluhan tahun.