Intelijen AS: Stok Rudal dan Drone Iran Masih Besar Meski Digempur Serangan


JurnalPatroliNews – WASHINGTON — Kekuatan militer Iran dilaporkan masih signifikan meskipun telah menghadapi serangan gabungan dari Amerika Serikat dan Israel selama lima pekan terakhir.

Informasi tersebut diungkap sumber anonim yang mengetahui laporan intelijen AS, seperti dikutip CNN pada Jumat (3/4/2025). Dalam laporan itu disebutkan bahwa sekitar separuh peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh, sementara ribuan drone serang satu arah masih tersimpan di gudang persenjataan.

“Mereka masih sangat berpotensi untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah tersebut,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa sejumlah aset militer Iran, termasuk peluncur rudal, berada di lokasi yang sulit dijangkau karena disembunyikan di bawah tanah atau dipindahkan ke titik-titik rahasia. Selama ini, Iran diketahui mengandalkan jaringan terowongan, gua, serta platform bergerak guna melindungi persenjataannya dari serangan udara.

Selain itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran dilaporkan masih belum digunakan, menandakan cadangan kekuatan yang masih cukup besar.

Di sektor maritim, kekuatan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran atau IRGC juga disebut masih mempertahankan sekitar setengah dari total armadanya. Kekuatan tersebut mencakup ratusan kapal kecil serta kapal tanpa awak yang berpotensi digunakan dalam operasi asimetris di kawasan perairan strategis.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa kemampuan rudal dan drone Iran telah melemah drastis dan hanya menyisakan sedikit aset.

Namun demikian, sumber intelijen menilai klaim tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Bahkan, target penyelesaian operasi militer dalam kurun dua hingga tiga pekan dinilai tidak realistis mengingat masih kuatnya kemampuan pertahanan Iran.