JurnalPatroliNews – Jakarta – Amerika Serikat mengerahkan kapal perangnya di Pasifik Utara di tengah meningkatnya patroli gabungan militer Rusia dan China yang bergerak mendekati kepulauan terluar Alaska. Situasi ini terjadi menjelang pertemuan penting antara Presiden AS dan Rusia di Alaska pada Jumat, yang akan membahas konflik Ukraina.
Juru bicara Armada Ketiga AS mengonfirmasi kepada Newsweek, Rabu (13/8/2025), bahwa kapal perusak USS Carl M. Levin tengah menjalankan “operasi rutin.” Menurutnya, Angkatan Laut AS kerap beroperasi di Pasifik Utara untuk mendukung pertahanan maritim dan menjaga keamanan nasional.
Foto yang dirilis Angkatan Laut AS (30 Juli–6 Agustus) memperlihatkan Carl M. Levin beroperasi di lokasi yang dirahasiakan. Foto terbaru, diambil pada 6 Agustus, menampilkan awak kapal mengamati daratan yang tidak disebutkan. Analisis Evergreen Intel menyebut, posisi kapal berada di dekat Pulau Adak, Kepulauan Aleut, dan kemungkinan baru saja berlayar dari Pelabuhan Adak ke arah utara.
Media lokal The Alaska Landmine juga merilis foto kapal perusak yang melintas di perairan dekat Pulau Adak.
Sementara itu, kapal perang Rusia dan China yang memulai patroli gabungan pekan lalu di Asia-Pasifik telah berlabuh di pelabuhan Timur Jauh Rusia pada Selasa, berjarak sekitar 575 mil dari Pulau Attu, Alaska. China turut mengirim lima kapal riset ke wilayah Arktik dekat Alaska, yang saat ini diawasi Komando Utara AS.
“Kapal-kapal itu berada di perairan internasional dan tidak mengancam langsung pertahanan AS, namun jumlahnya meningkat dibanding tahun sebelumnya,” kata Komando Utara AS.
Patroli gabungan ini dilakukan dalam bingkai kemitraan “tanpa batas” Rusia-China, yang semakin memperkuat koordinasi militer dan strategis untuk menantang pengaruh AS di kawasan.
USS Carl M. Levin, berbasis di Pearl Harbor, Hawaii, resmi dioperasikan pada 2023. Kapal ini pernah sukses menguji sistem pertahanan udara dengan mencegat dua rudal balistik jarak pendek dan dua rudal jelajah. Sebelum bertugas di Pasifik Utara, kapal ini berpartisipasi dalam Los Angeles Fleet Week dan mengunjungi Naval Surface Warfare Center di California untuk evaluasi.
Armada Ketiga AS menegaskan, operasi mereka bertujuan menjaga kebebasan navigasi dan supremasi hukum di Indo-Pasifik.












