JurnalPatroliNews | Sanaa – Situasi keamanan di Yaman kembali memanas setelah serangan udara yang disebut dilancarkan pasukan Arab Saudi dilaporkan menghantam ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lainnya, Sabtu (24/10/2026).
Media yang berafiliasi dengan kelompok Houthi melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan terhadap sebuah rumah.
Laporan tersebut disampaikan Al-Masirah, media yang dikelola Houthi, dan diberitakan kantor berita AFP. Menurut laporan itu, rumah yang menjadi sasaran berada di kawasan Asr, bagian barat Sanaa. Jumlah korban masih bersifat sementara.
Selain Sanaa dan wilayah sekitarnya, serangan juga dilaporkan terjadi di Mocha, kota pesisir di Yaman. Rincian lengkap mengenai sasaran, kerusakan, dan jumlah korban dari seluruh serangan tersebut belum dipastikan secara independen.
Serangan Berlangsung di Tengah Saling Balas
Laporan mengenai serangan udara di Yaman muncul setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah Taif dan Yanbu, di wilayah barat Arab Saudi.
Menurut laporan Reuters, otoritas pertahanan sipil Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan singkat terkait potensi bahaya di Taif, Yanbu, Makkah, dan Jeddah. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah pihak berwenang menyatakan situasi telah aman.
Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang menguasai Sanaa. Meski demikian, laporan mengenai serangan dan sasaran masing-masing pihak perlu dibaca dengan memperhatikan sumber informasi yang menyampaikannya.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang melakukan intervensi dalam konflik Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan kelompok Houthi. Konflik berkepanjangan itu menyebabkan kerusakan luas dan memperburuk kondisi kemanusiaan di negara tersebut.
Situasi relatif mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022. Namun, ketegangan kembali meningkat pada 2026, di tengah serangan balasan dan meluasnya konflik regional.
Sana’a Center for Strategic Studies mencatat bahwa sejak pertengahan 2026, serangan udara Saudi dan serangan rudal maupun drone Houthi kembali meningkat. Perkembangan tersebut menandai fase eskalasi baru yang juga memengaruhi keamanan jalur pelayaran di Laut Merah.
Korban Sipil Jadi Perhatian
Laporan mengenai korban jiwa dalam serangan terhadap rumah di Sanaa kembali menyoroti risiko yang dihadapi warga sipil di tengah konflik bersenjata. Namun, jumlah korban akhir, identitas mereka, serta rincian kerusakan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Perkembangan di Yaman juga menjadi perhatian karena eskalasi antara Saudi dan Houthi berpotensi memperluas dampak konflik terhadap keamanan regional dan jalur perdagangan internasional.
Informasi mengenai serangan terbaru masih berkembang. Keterangan lebih lanjut dari pihak Saudi, otoritas Yaman, dan sumber independen diperlukan untuk memastikan rincian kejadian serta dampaknya terhadap masyarakat.














Komentar