JurnalPatroliNews – Yerusalem – Ketegangan bersenjata di jalur Gaza kembali membara setelah jajaran militer Israel mengumumkan telah berhasil membunuh pemimpin baru dari sayap militer Hamas yang bernama Mohammed Odeh
Operasi eliminasi ini menjadi pukulan beruntun bagi kelompok tersebut lantaran pada awal bulan ini pihak Israel juga telah lebih dulu menewaskan sosok pendahulu Odeh di saat masa gencatan senjata masih berlangsung
Pengumuman resmi mengenai kematian tragis Mohammed Odeh tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kepada publik pada hari Rabu
Katz membeberkan secara detail bahwa target operasi tersebut dinyatakan tewas dalam sebuah serbuan militer taktis pasukan Israel yang digelar sehari sebelumnya
Pucuk pimpinan pertahanan barat tersebut mengeklaim dengan bahasa satir bahwa sang komandan sayap militer organisasi Hamas di Gaza telah dieliminasi dan dikirim untuk menemui rekan-rekannya di dasar neraka
Di tempat terpisah, markas besar militer Israel yang bergerak beriringan dengan badan keamanan domestik Israel, Shin Bet, juga mengeluarkan rilis dokumen konfirmasi kematian Odeh
Berdasarkan lembar manifes intelijen mereka, Odeh dideteksi kuat mengemban mandat sebagai kepala Brigade Ezzedine Al-Qassam pasca-kematian pemimpin sebelumnya yakni Ezzedine al-Hadad pada tanggal lima belas Mei lalu
Hingga berita ini diturunkan, kantor berita internasional AFP dilaporkan telah mencoba menghubungi pihak manajemen Hamas guna meminta konfirmasi resmi terkait kabar kematian Odeh
Namun sayangnya, kelompok perjuangan Palestina tersebut masih memilih bungkam serta belum memberikan respons maupun keterangan tertulis mengenai struktur kepemimpinan Odeh di sayap militer mereka
Sebelum dipromosikan naik jabatan sebagai kepala tertinggi sayap militer, rekam jejak karir Mohammed Odeh diketahui merupakan tokoh yang memimpin badan intelijen internal Hamas
Sementara itu, Menteri Pertahanan Katz kembali memberikan penegasan yuridis bahwa eksekusi mati terhadap Odeh merupakan bagian dari komitmen suci Israel untuk memburu seluruh dalang serangan ke wilayah Israel pada tanggal tujuh Oktober dua ribu dua puluh tiga silam
Peristiwa penyerbuan berdarah pada akhir tahun tersebut diketahui menjadi pemantik utama bagi militer Israel untuk melancarkan operasi serangan masif berskala besar di sepanjang tanah Gaza selama hampir dua tahun terakhir
Pihak otoritas Israel bersumpah akan terus bergerak melenyapkan semua aktor intelektual yang memimpin jalannya peristiwa pembantaian tujuh Oktober tanpa memedulikan di mana pun posisi persembunyian mereka saat ini









Komentar