PM Inggris Sambut Negosiasi AS-Iran, Tegaskan Teheran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir


JurnalPatroliNews – LONDON — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut positif perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya melalui akun X pribadi, Starmer menekankan pentingnya penyelesaian diplomatik jangka panjang guna mengakhiri konflik sekaligus menjaga stabilitas jalur perdagangan global.

“Kami perlu melihat sebuah kesepakatan yang mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz, dengan kebebasan navigasi tanpa syarat dan tanpa pembatasan,” tulis Starmer, dikutip Senin (25/5/2026).

Starmer menilai pembukaan kembali akses pelayaran internasional di Selat Hormuz menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasokan energi dunia di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan.

Selain itu, ia kembali menegaskan sikap pemerintah Inggris terkait program nuklir Iran. Menurutnya, Teheran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

“Penting bahwa Iran tidak pernah diizinkan mengembangkan senjata nuklir,” tegasnya.

Pemerintah Inggris, lanjut Starmer, juga akan terus mengambil langkah untuk melindungi warga negaranya dari dampak konflik yang berkembang di kawasan tersebut. London disebut akan bekerja sama dengan negara-negara mitra untuk memanfaatkan momentum diplomasi yang sedang berlangsung.

“Kami akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memanfaatkan momentum ini dan mencapai penyelesaian diplomatik jangka panjang,” ujar Starmer.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung secara konstruktif. Trump bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan baru terkait isu nuklir Iran semakin terbuka.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap potensi gangguan pasokan energi dan keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz akibat memanasnya situasi di Timur Tengah.

e