Tragedi Feri di Siprus Utara, Ledakan Diduga Picu Kapal Terbalik, 8 Tewas

JurnalPatroliNews | Siprus — Tragedi laut terjadi di lepas pantai Siprus Utara setelah sebuah kapal feri penumpang terbalik dan tenggelam pada Minggu (30/8/2026).

Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas, sementara belasan lainnya masih dinyatakan hilang. Aparat setempat telah mengamankan kapten kapal bersama tujuh awak untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.

Kapal feri itu terbalik sekitar 6,5 kilometer dari garis pantai Siprus, tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan di Siprus Utara dengan tujuan daratan utama Turki.

Sejumlah penumpang yang berhasil selamat mengungkapkan adanya kepanikan sebelum kapal kehilangan keseimbangan. Kepada media setempat, mereka mengatakan sempat terdengar ledakan di bagian haluan sebelum feri akhirnya terbalik.

Para penyintas juga menyoroti ketersediaan alat keselamatan yang dinilai tidak memadai.

Penumpang Lompat ke Laut

Kesaksian para korban menggambarkan situasi mencekam ketika kapal mulai terbalik.

Seorang penumpang bernama Efe Multici mengatakan kepada CNN Turk bahwa sebagian penumpang terpaksa melompat dari kapal tanpa mengenakan pelampung atau jaket keselamatan.

“Beberapa orang terpaksa melompat tanpa pelampung atau jaket keselamatan,” ujar Efe.

Ia menggambarkan proses menyelamatkan diri sebagai perjuangan untuk bertahan hidup di tengah kondisi kapal yang sudah berada dalam posisi terbalik.

“Itu benar-benar perjuangan untuk bertahan hidup,” lanjutnya.

Gambar yang disiarkan televisi Turki memperlihatkan kapal dalam posisi terbalik di tengah perairan. Sejumlah orang terlihat berada di atas lambung kapal berwarna oranye sambil mengenakan pelampung.

267 Orang Berada di Dalam Kapal

Pihak berwenang menyebut feri tersebut membawa total 267 orang saat berlayar menuju Turki.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 161 orang berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, 76 orang lainnya dilaporkan telah kembali ke rumah.

Namun, data mengenai korban masih mengalami perbedaan.

Kantor berita resmi Siprus, TAK, melaporkan terdapat 17 orang yang masih hilang. Angka tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi terus menjadi prioritas aparat.

Dengan delapan korban tewas dan 17 orang belum ditemukan, otoritas masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak telah teridentifikasi.

Kapten dan Tujuh Awak Diamankan

Kepolisian telah mengambil langkah hukum awal dengan mengamankan kapten kapal serta tujuh anggota awak.

Pemeriksaan terhadap mereka diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum kapal terbalik, termasuk penyebab munculnya ledakan yang disebut sejumlah penumpang terdengar dari bagian haluan.

Selain itu, aparat juga perlu memastikan apakah seluruh prosedur keselamatan pelayaran telah dijalankan sesuai ketentuan.

Kesaksian mengenai minimnya pelampung dan jaket keselamatan turut menjadi perhatian dalam proses pemeriksaan.

Namun, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kesaksian awal. Penyidik masih harus mencocokkan keterangan para korban dengan kondisi kapal, pemeriksaan teknis serta hasil penyelidikan resmi.

Pelayaran Singkat Berubah Menjadi Tragedi

Feri tersebut semula menjalani perjalanan dari Siprus Utara menuju Turki. Namun, pelayaran berubah menjadi situasi darurat ketika kapal terbalik tidak jauh dari garis pantai.

Jarak lokasi kecelakaan yang relatif dekat dengan daratan memungkinkan operasi penyelamatan dilakukan dengan cepat. Ratusan penumpang berhasil dievakuasi, meskipun sejumlah lainnya harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Tragedi tersebut kini memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai standar keselamatan kapal, kesiapan alat keselamatan, hingga penyebab insiden yang terjadi sesaat setelah kapal meninggalkan pelabuhan.

Keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai nasib anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Sementara itu, aparat melanjutkan pencarian terhadap korban yang hilang serta penyelidikan untuk mengungkap penyebab kapal terbalik dan tenggelam.

Hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan penyebab kecelakaan terungkap, tragedi feri di lepas pantai Siprus Utara masih menyisakan sejumlah pertanyaan besar mengenai keselamatan pelayaran dan kesiapan evakuasi penumpang.

Komentar