Trump Dihadapkan Pilihan Besar, Iran Justru Kirim 7 Syarat Lewat Qatar

JurnalPatroliNews | Jakarta — Iran menyampaikan tujuh syarat kepada Amerika Serikat (AS) sebagai prasyarat untuk membuka kembali jalur perundingan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan persyaratan tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui mediator Qatar. Tehran kini menunggu respons dari Presiden AS Donald Trump.

Rezaei juga menegaskan bahwa Washington perlu menerima hak dan persyaratan Iran jika ingin mengakhiri kebuntuan yang terjadi dalam konflik tersebut.

“Amerika Serikat, jika ingin melepaskan diri dari kesulitan yang telah diciptakannya sendiri, harus menerima hak dan syarat Iran,” tulis Rezaei di X pada Sabtu (20/9/2026).

Baru Tiga Syarat yang Diungkap

Meski menyebut terdapat tujuh syarat, Rezaei belum membuka seluruh isi tuntutan Iran kepada publik.

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, dia mengungkap setidaknya tiga tuntutan utama yang menjadi bagian dari posisi Tehran.

Pertama, Iran meminta penghentian perang di seluruh lini.

Kedua, Tehran menuntut pembebasan aset-aset Iran yang saat ini dibekukan.

Ketiga, Iran meminta penghentian blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.

Rezaei mengatakan Qatar telah meneruskan persyaratan Iran kepada Washington. Tehran, kata dia, kini menunggu tanggapan dari Trump.

Dengan demikian, lima syarat lainnya belum dapat dipastikan berdasarkan pernyataan publik Rezaei yang tersedia saat ini.

Qatar Jadi Penghubung Tehran-Washington

Jalur komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung secara tidak langsung. Qatar menjadi salah satu mediator yang menyampaikan posisi Tehran kepada Washington.

Perkembangan tersebut membuka kembali ruang diplomasi di tengah situasi militer yang belum sepenuhnya mereda.

Namun, posisi kedua pihak masih memiliki perbedaan mendasar mengenai persyaratan untuk menghentikan konflik dan memulai kembali perundingan.

Laporan terbaru juga menyebut Iran tetap menggabungkan jalur diplomasi dengan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut.

Perundingan Sebelumnya Berakhir Tanpa Kesepakatan Permanen

Upaya diplomasi Iran dan AS sebelumnya juga sempat menghasilkan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni melalui fasilitasi Pakistan.

Kesepahaman tersebut dimaksudkan untuk menghentikan pertempuran sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Namun, hubungan tersebut kembali memburuk setelah masing-masing pihak saling menuduh melakukan pelanggaran. Kesepahaman itu kemudian berakhir pada Agustus tanpa menghasilkan penyelesaian permanen.

Situasi tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya kembali pembicaraan mengenai persyaratan baru dari Tehran.

Trump Hadapi Keputusan Besar soal Iran

Di sisi lain, Trump mengatakan kepada Axios bahwa dirinya sedang menghadapi keputusan besar mengenai langkah Amerika Serikat berikutnya terhadap Iran.

Trump menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran atau mengambil jalur lain. Dalam wawancara tersebut, Trump juga mengatakan Iran masih melakukan komunikasi langsung dengan Washington dan menginginkan tercapainya kesepakatan.

Trump juga dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin enam negara Teluk—Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait dan Oman—di New York pada pekan depan di sela-sela Sidang Umum PBB.

Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi salah satu forum untuk membahas perkembangan konflik dan langkah berikutnya di kawasan.

Jalur Diplomasi Masih Terbuka

Penyampaian tujuh syarat Iran menunjukkan bahwa jalur komunikasi diplomatik belum sepenuhnya tertutup meski konflik masih berlangsung.

Di satu sisi, Tehran menyampaikan tuntutan yang menjadi dasar bagi pembukaan kembali perundingan. Di sisi lain, Washington masih mempertimbangkan langkah berikutnya terkait operasi militernya.

Posisi Qatar sebagai mediator membuat perkembangan komunikasi tidak langsung antara kedua pihak menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Untuk saat ini, perhatian tertuju pada respons Washington terhadap persyaratan Tehran serta apakah komunikasi tersebut dapat berkembang menjadi perundingan langsung atau format diplomasi baru.

Yang telah terkonfirmasi secara terbuka baru tiga tuntutan Iran, sedangkan empat syarat lainnya belum diungkap secara rinci kepada publik.

Komentar