1,5 Juta AstraZeneca Tiba, Daerah Vaksinasi Tinggi Diutamakan

  • Whatsapp
Ilustrasi kedatangan vaksin jalur COVAX. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan sebanyak 1.504.800 dosis vaksin jadi produksi perusahaan asal Inggris, AstraZeneca, yang tiba di Indonesia pada Kamis (10/6) malam kemarin akan didistribusikan kepada sejumlah daerah.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut kriteria pemilihan daerah penerima vaksin Covid-19 kali ini berdasarkan tingkat daerah yang memiliki ketersediaan alias stok vaksin paling rendah.

Bacaan Lainnya

“Kita lihat daerah dengan stok yang paling rendah, dan yang kecepatan penyuntikannya tinggi,” kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/6).

Namun demikian, Nadia belum membeberkan target daerah yang akan menerima vaksin AstraZeneca itu. Ia menyebut vaksin yang baru datang kemarin harus melalui proses kontrol kualitas terlebih dahulu.

“Belum ada [data daerah penerima], karena baru diterima kemarin ya,” kata dia.

Nadia mengatakan jutaan dosis vaksin jadi itu akan digunakan untuk program vaksinasi nasional pada tahapan kedua hingga ketiga.

Pemerintah untuk sementara ini menetapkan empat merek vaksin, yakni vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax, akan dipakai dalam program vaksinasi nasional.

Sementara untuk vaksin Gotong Royong sejauh ini wacana merek vaksin yang akan dipakai Sinopharm, CanSino, Sputnik V, dan Anhui Zhifei Longcom. Adapun secara keseluruhan, saat ini Indonesia sudah menerima 93.728.400 dosis vaksin baik bulk (mentah) maupun vaksin jadi.

Lebih lanjut, Nadia menginformasikan, saat ini Indonesia sudah sudah menerima 8.228.400 dosis vaksin AstraZeneca yang didapatkan secara gratis. Dari 8,2 juta itu 6,7 juta diantaranya telah rampung disebar provinsi di Indonesia.

“Disebar ke 34 provinsi dan TNI/Polri,” ujar Nadia.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sebelumnya mengatakan kedatangan AstraZeneca semalam, yang merupakan gelombang ke-15, merupakan hasil skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX.

Retno juga memastikan bahwa seluruh merek vaksin yang datang di Indonesia sudah mengantongi Emergency Use Listing (EUL) dari WHO alias telah memenuhi persyaratan, baik dari aspek keamanan hingga efektivitas.

Saat ini menurutnya WHO telah memberikan EUL kepada merek vaksin Pfizer, Johnson and Johnson, Moderna, AstraZeneca, Sinopharm, dan Sinovac.

Terkait vaksinasi gelombang ketiga, Kementerian Kesehatan sebelumnya mengizinkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

Hal itu tertuang dalam surat Kementerian Kesehatan yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu membenarkan surat tersebut.

Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas

Gelombang ketiga vaksinasi dengan sasaran warga di atas 18 tahun pun disambut oleh masyarakat di sejumlah wilayah.

Dari Jakarta, ratusan orang sudah mengantre untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, di SMA Perguruan Cikini, Pancoran, Jakarta Selatan, sebelum acara dimulai, Jumat (11/6) pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, mereka antre dengan duduk pada kursi yang disediakan. Yang tidak kebagian kursi mengantre dengan berdiri membentuk barisan yang mengular beberapa meter.

Salah seorang peserta vaksinasi asal Kemanggisan, Asni, mengaku telah datang sejak pukul 08.00 WIB. Sejam kemudian, ia masih antre dan belum dapat vaksinasi.

“Ini kemarin tahu (informasi) dari temen. Datang dari jam 8 tadi,” kata dia.

Dari pantauan, alur vaksinasi terbagi menjadi dua meja. Di meja pertama, peserta melakukan registrasi dan penapisan kesehatan. Jika dinyatakan memenuhi persyaratan, warga langsung menerima suntikan.

Di meja kedua, para peserta menaruh kertas kendali dan dilakukan observasi untuk selanjutnya dipanggil. Mereka akan mendapat kartu vaksin untuk jadwal vaksin dosis kedua.

Hingga pukul 08.30 WIB, nomor antrean terpantau telah mencapai 232. Merujuk informasi di akun instagram resmi Puskesmas Pancoran, selain di SMA Perguruan Cikini, lokasi vaksinasi juga dilakukan di GOR Pegadengan. Masing-masing dengan target peserta vaksinasi adalah 600 per lokasi.

Pos terkait