13 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Buleleng – Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST berjanji siap membangun Cagar Budaya Rumah Ibu Bung Karno, Rai Srimben yang berada di Bale Agung Singaraja apabila pihak keluarga Bale Agung sepakat menyetujui hal itu.

Keberadaan Cagar Budaya itu nantinya juga didukung dengan penyelesaian pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno. Hal itu disampaikan Bupati Buleleng dalam obrolan spesial “Idealisme Bung Karno dan Jas Merah” di Singaraja, Kamis, (18/06).

Bupati Agus Suradnyana memahami betul nilai-nilai luhur Bung Karno melekat erat dalam darah masyarakat Buleleng. Namun demikian, generasi muda sebagaian besar mudah tergerus era globalisasi sehingga lupa akan sejarah dan semangat Bung Karno menyatukan Indonesia yang ber bhineka.

“Di Bulan Bung Karno ini, semoga seluruh lapisan masyarakat Buleleng tidak melupakan sejarah, terlebih di Buleleng sendiri terdapat sejarah yang masih berdiri, yakni rumah Ibu Bung Karno, Nyoman Rai Srimben,” terang Bupati yang akrab disapa PAS itu.

Disinggung terkait pembangunan cagar budaya, Bupati PAS menegaskan masih menunggu kesepakatan pihak keluarga Bale Agung.

“Jika nanti Bale Agung siap dijadikan cagar budaya, Pemkab Buleleng juga siap mewujudkan hal itu,” tegasnya.

Bupati PAS meyakini, jika semua itu terwujud, Taman Bung Karno dan Cagar Budaya Bung Karno di Bale Agung mampu membawa Buleleng lebih maju, secara tidak langsung juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Buleleng.

Sementara itu, salah satu narasumber, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali, Ni Komang Aniek Purniti mengaku sudah melakukan kunjungan ke rumah Nyoman Rai Srimben.

“Inventarisasi dan studi pemugaran salah satu bangunan yang memiliki nilai sejarah penting sudah kami lakukan, namun karena kondisi pandemi sekarang ini, rancangan itu ditunda,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Balai Aniek Purniti juga memohon agar Bupati Buleleng membentuk tim ahli cagar budaya. Hal itu dimaksudkan sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, penetapan cagar budaya itu hanya dapat dilakukan oleh tim ahli cagar budaya di masing-masing daerah.

Disisi lain, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng, dr. Ketut Putra Sedana, Sp.,OG. yang juga hadir sebagai narasumber menerangkan, bahwa BMI Buleleng sangat menjiwai nilai-nilai luhur Bung Karno. Berbagai kegiatan sosial sudah dilakukan, seperti pembagian bantuan sembako dan masker, fongging gratis.

“Mengamalkan nilai gotong-royong, kami bersama banyak relawan membantu semua masyarakat yang terdampak, bukan hanya tentang Covid-19 saja, tapi juga wabah demam berdarah,” terang dr. Putra Sedana.

Ditambahkan, dalam rangka memperingati Bulan Karno, BMI Buleleng mengajak seluruh masyarakat untuk jangan sesekali melupakan sejarah.

“Dari sejarah kita belajar, dari sejarah kita tahu nilai-nilai perjuangan dan persatuan untuk menata hidup dimasa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Dipenghujung obrolan, Bupati PAS kembali menegaskan, dalam masa jabatannya yang tinggal dua tahun lagi, pihaknya berharap apa yang menjadi tujuan bersama menjadikan Buleleng lebih baik dapat tercapai.

“Gesekan memang sering terjadi, tapi jangan jadikan itu sebagai kendala, tetap maju lakukan hal yang benar dan baik untuk Buleleng. Astungkara, dengan terwujudnya interaksi ekonomi berbasis heritage, Buleleng semakin maju kedepannya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam obrolan spesial itu, Tokoh Bale Agung Jro Mangku Made Arsana, Sejarawan Made Pageh, unsur akademisi Dewa Nyoman Redana dan Kadis Perkimta Buleleng Ni Nyoman Surattini. (TiR).-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *