15 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Buleleng – Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd menekankan, Normal hendaknya digunakan sebagai penyemangat dan motivasi untuk meningkatkan ketaatan pada protokol kesehatan, sehingga apa yang diharapkan New Normal segera diberlakukan dan bisa hidup dalam pola tatanan baru.

”New Normal bukanlah kebebasan tanpa batasan, New Normal sebuah kebebasan dengan penerapan prokol kesehatan, mudah-mudahan kita dapat mengakhiri pandemi Covid-19 ini dengan baik,” harap Drs. Gede Suyasa M.Pd selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, saat melakukan jumpa pers online bersama awak media, Kamis (18/06), di ruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu, Gede Suyasa yang juga selaku Sekda Buleleng mengatakan, tempat ibadah akan dibuka sesuai keputusan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berdasarkan SE Gubernur Bali yang merujuk pada SE Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020, bahwa pengurus ibadah masing-masing mengusulkan kepada Gugus Tugas Kabupaten untuk dapat diberikan rekomendasi sesuai kriteria yang mengatur layak untuk dibuka, yaitu aman dari Covid-19 dan memiliki protap kesehatan.

”Gugus tugas akan menurunkan tim verifikasi untuk mengecek kondisi sebenarnya bagi tempat ibadah yang mengusulkan sesuai kriteria. Satu tempat ibadah memiliki satu surat rekomendasi,” tegasnya.

Dalam perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan saat ini tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi maupun sembuh.

Secara akumulatif kasus terkonfirmasi di Buleleng sebanyak 87 orang, sembuh terakumulasi 77 orang, meninggal nihil, sedang dirawat di Buleleng 9 orang, yang dirujuk ke Denpasar 1 orang, PDP negatif/non Covid-19 sebanyak 18 orang, PDP menjadi terkonfirmasi 5 orang, PDP dirawat saat ini 1 orang, selain itu pasien yang sejak awal dirawat di Denpasar 6 orang.

Kemudian ODP kumulatif 119 orang, yang masih dipantau di Buleleng 1 orang, selesai masa pantau 109 orang, ODP terkonfirmasi 9 orang. Lalu ada OTG kumulatif sebanyak 1.772 orang, selesai masa pantau 1.387 orang, dikarantina mandiri 311 orang, karantina di RS Pratama Giri Emas 1 orang, OTG terkonfirmasi 73 orang.

Jumlah kumulatif terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan transmisi lokal sebanyak 3.769 orang, berakhir masa pantau sebanyak 3602, sisa pantau 167 orang terdiri dari pekerja kapal pesiar 138 orang, TKI lainnya 5 orang, pulang dari LN 1 orang dan orang dari daerah transmisi lokal sebanyak 23 orang. (TiR).-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *