JurnalPatroliNews – JAKARTA — Istilah ultra processed food (UPF) belakangan ramai diperbincangkan di media sosial hingga kalangan kesehatan. Banyak masyarakat mulai mempertanyakan keamanan makanan olahan yang selama ini dikonsumsi sehari-hari, mulai dari mi instan, camilan kemasan, hingga makanan siap saji.
Secara umum, ultra processed food merupakan makanan yang diproses secara industri dengan tambahan berbagai bahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, perasa sintetis, serta zat aditif lainnya. Produk jenis ini dirancang agar tahan lama, praktis dikonsumsi, dan memiliki cita rasa kuat.
Meski menawarkan kemudahan, konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan disebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Apa Itu Ultra Processed Food?
Mengacu pada klasifikasi NOVA yang juga digunakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, makanan dibagi berdasarkan tingkat pengolahannya. Ultra processed food masuk kategori tertinggi karena bahan asli makanannya telah banyak berubah atau bahkan hampir tidak tersisa akibat proses industri.
Contoh makanan yang masuk kategori ini antara lain minuman bersoda, sosis, nugget, keripik, roti kemasan, makanan beku siap saji, hingga berbagai camilan instan.
Produk tersebut umumnya mengandung bahan tambahan yang jarang digunakan dalam masakan rumahan, seperti emulsifier, pemanis buatan, penguat rasa, dan pewarna sintetis.
Dampak Konsumsi Ultra Processed Food
1. Meningkatkan Risiko Obesitas
UPF biasanya mengandung kalori tinggi, gula, dan lemak dalam jumlah besar, namun rendah serat. Kondisi itu membuat seseorang lebih mudah makan berlebihan tanpa merasa cepat kenyang sehingga berisiko mengalami kenaikan berat badan.
2. Memicu Penyakit Jantung
Kandungan garam dan lemak trans dalam makanan ultra proses dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Jika dikonsumsi terus-menerus, risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah dapat meningkat.
3. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Banyak produk UPF mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu sensitivitas insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
4. Mengganggu Kesehatan Pencernaan
Rendahnya kandungan serat membuat sistem pencernaan tidak bekerja optimal. Selain itu, beberapa bahan tambahan diduga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus.
5. Berpotensi Berkaitan dengan Risiko Kanker
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi UPF jangka panjang dengan peningkatan risiko kanker. Dugaan tersebut berkaitan dengan bahan kimia tambahan dan proses pengolahan suhu tinggi.
Tetap Bisa Dikonsumsi dengan Bijak
Meski kerap mendapat stigma negatif, para ahli menilai ultra processed food tetap dapat dikonsumsi selama tidak berlebihan dan menjadi bagian kecil dari pola makan seimbang.
Dalam kondisi tertentu, seperti keterbatasan waktu atau kebutuhan praktis, makanan ultra proses masih bisa menjadi pilihan. Namun, masyarakat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan segar atau minim proses sebagai sumber utama nutrisi.
Selain itu, memilih produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dinilai menjadi langkah yang lebih aman untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.








