Sering Makan Kentang Goreng dan Kopi? Waspadai Zat Pemicu Kanker Ini!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Risiko kanker tidak hanya datang dari faktor keturunan atau gaya hidup, tapi juga dari kebiasaan makan sehari-hari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cara mengolah makanan, terutama yang melibatkan suhu tinggi, dapat menghasilkan zat berbahaya yang berpotensi memicu kanker.

Salah satu zat yang disorot adalah akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk saat makanan berbasis pati dimasak pada suhu di atas 120ยฐC, seperti digoreng, dipanggang, atau dibakar. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida tergolong karsinogen potensial, sehingga konsumsi makanan yang mengandungnya sebaiknya dibatasi.

Berikut beberapa makanan yang diketahui memiliki kadar akrilamida tinggi dan sebaiknya dikonsumsi dengan hati-hati:


1. Kentang goreng dan keripik

Kentang yang digoreng atau dipanggang lama hingga berwarna kecokelatan berisiko tinggi menghasilkan akrilamida. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi kadar zat tersebut. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam keripik bisa mencapai 300โ€“2000 ยตg/kg, sementara kentang goreng berada di kisaran 200โ€“700 ยตg/kg.
Untuk menguranginya, hindari menggoreng terlalu lama atau pilih metode seperti air fryer dengan suhu lebih rendah.


2. Kue kering dan biskuit kemasan

Produk camilan ini kerap dipanggang pada suhu tinggi dan juga mengandung gula serta bahan pengawet tambahan. Kadar akrilamida di dalamnya bisa mencapai 160โ€“1000 ยตg/kg, tergantung bahan dan proses pembuatannya.
Sebagai alternatif, pilih biskuit homemade dengan tepung gandum utuh dan pemanggangan singkat.


3. Roti panggang

Semakin gelap warna roti setelah dipanggang, semakin besar kemungkinan terbentuknya akrilamida. Roti yang hanya dipanggang ringan jauh lebih aman dibandingkan yang gosong. Kisaran kadar zat ini dalam roti panggang adalah 50โ€“500 ยตg/kg.
Disarankan memilih roti gandum utuh atau multigrain dengan proses pemanggangan lembut.


4. Kopi

Senyawa akrilamida juga muncul dalam proses penyangraian biji kopi, terutama pada tahap awal pemanggangan. Kopi sangrai ringan hingga sedang memiliki kadar akrilamida lebih rendah dibandingkan sangrai gelap.
Dalam kopi bubuk instan, kandungannya bisa mencapai 100โ€“400 ยตg/kg, sedangkan kopi seduh hanya sekitar 5โ€“20 ยตg/L.


5. Sereal sarapan kemasan

Produk sereal yang dipanggang atau disangrai pada suhu tinggi seperti corn flakes dan wheat crisp berpotensi menghasilkan akrilamida dalam kadar 150โ€“1200 ยตg/kg.
Untuk pilihan yang lebih sehat, konsumsi sereal dari biji-bijian utuh seperti oat atau poha yang dimasak secara tradisional.


Meski penelitian soal efek akrilamida pada manusia masih berlanjut, para ahli sepakat bahwa mengurangi makanan yang diproses dengan suhu tinggi bisa membantu menurunkan risiko kanker.