Lomba Mixologi Arak Bali Diharapkan Angkat Citra Pariwisata Bali

  • Whatsapp

JurnalisPatroliNews – Karangasem : Bupati Karangasem, I Gede Dana, menghadiri acara Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar di Taman Soekasada, Kecamatan / Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu siang (01/05).

Acara serangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Koster.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wayan Koster yang juga Gubernur Bali itu mengatakan, Kabupaten Karangasem merupakan daerah penghasil arak dengan kualitas bagus.

Produknya dikenal hingga keluar negeri, sehingga pihaknya berharap, arak Bali bisa berkembang setelah adanya Peraturan Gubernur No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destinasi Khas Bali.

Bupati Karangasem Gede Dana sangat mengapresiasi Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali. Bahkan, Ia berharap melalui kegiatan ini diharapkan mampu melestarikan budaya warisan leluhur sebelumnya. “Dan mampu mengangkat citra wisata di Provinsi Bali di tengah pandemi,” ujarnya.

Wisatawan yang datang ke Bali, mungkin bisa diarahkan ke Kabupaten Karangasem.

“Kami ucapkan terimakasih telah melakukan Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali di Karangasem, semoga melalui kegiatan ini jadi ajang promosi pariwisata di Karangasem. Dan melestarikan arak tradisional,” kata Dana.

Koordinator acara Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali, Made Ramia Adnyana menjelaskan, arak tradisional merupakaan peninggalan leluhur yang harus tetap dilestarikan.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberi manfaat untuk petani arak tradisional, serta masyarakat di Bali pada umumnya, kegiatan ini juga untuk memotivasi petani dalam meningkatkan produksi arak.

Mengingat kebutuhan minuman beralkohol untuk industri pariwisata tahun 2019 hampir mencapai 12 juta liter.

Tingginya permintaan minuman beralkohol, adalah potensi usaha yang sangat luar biasa untuk para petani arak.

“Grand Final ini ada sebanyak 27 finalis dari seluruh Bali, adapun kriteria yang dinilai mengacu Pergub Bali, karena aturannya ketat, bahan yang digunakan harus produk lokal sudah melalui BPOM dan memiliki pita cukai,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba “Mixologi Arak Bali” I Nengah Suparta menyebutkan, lomba ini digelar serangkaian peringatan HUT ke-48 PDI Perjuangan. Tema lomba “Memantapkan Implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Tujuan lomba mengamalkan Pergub yang ada, melalui “Mixologi Arak Bali” diharapkan produksi arak lokal memiliki mutu yang lebih baik. Selain itu, diharapkan juga generasi penerus agar bisa menyampaikan kepada masyarakat sinkronisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali berpihak penuh terhadap petani lokal Bali,” jelasnya.

Diumumkan sebagai pemenang lomba, Juara I adalah I Kadek Arismawan asal Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Sedangkan Juara II Gusti Ayu Candra Dwita Cahya Dewi asal Selat, Karangasem serta Juara III adalah I Wayan Kawayasa asal Purwekerti, Kecamatan Abang. (* – TiR).-

Pos terkait