JurnalPatroliNews | Pontianak – Upaya penyelundupan narkotika melalui perbatasan Indonesia-Malaysia kembali digagalkan TNI. Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani berhasil mengungkap dua kasus penyelundupan sabu di wilayah Kalimantan Barat dengan total barang bukti mencapai 16,402 kilogram.
Belasan kilogram sabu hasil dua pengungkapan tersebut kemudian diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat di Aula Mapomdam XII/Tanjungpura, Kota Pontianak, Senin (28/9/2026).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., yang mewakili Pangdam XII/Tpr kepada Kepala BNNP Kalbar Brigjen Pol Totok Lisdiarto, S.I.K., S.H., M.H.
“Pada kesempatan ini, saya mewakili Pangdam XII/Tpr menyampaikan rilis resmi terkait keberhasilan Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalbar dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di dua kejadian berbeda,” ujar Purnomosidi.
Dua Kasus di Jalur Perbatasan
Pengungkapan pertama terjadi pada Senin (21/9/2026) di Desa Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.
Dalam operasi tersebut, Satgas Pamtas mengamankan sabu seberat 1,93 kilogram yang diduga dibawa melalui jalur tidak resmi atau jalur tikus di kawasan perbatasan.
Belum berselang lama, pengungkapan kedua terjadi pada Sabtu (26/9/2026) di Desa Entumun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani bersama Satgas Intelijen mengamankan 13 paket sabu dengan berat 14,472 kilogram.
Jika digabungkan, barang bukti dari dua kasus tersebut mencapai 16,402 kilogram sabu.
Seluruh barang bukti kemudian diserahkan kepada BNNP Kalimantan Barat untuk proses penanganan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.
Kapuspen TNI Apresiasi Prajurit
Keberhasilan menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika tersebut mendapat apresiasi dari TNI.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga kawasan perbatasan sekaligus mencegah masuknya narkotika ke wilayah Indonesia.
“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan dan komitmen prajurit TNI dalam menjaga wilayah perbatasan sekaligus mencegah masuknya narkotika ke Indonesia,” ujar Muhammad Nas.
Menurut dia, pengawasan di wilayah perbatasan membutuhkan sinergi antarlembaga karena jaringan penyelundupan narkotika dapat memanfaatkan berbagai akses tidak resmi untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia.
Karena itu, koordinasi antara TNI, BNN, Polri dan instansi terkait akan terus diperkuat untuk menekan peredaran narkotika lintas negara.
“Sinergi dengan seluruh instansi terkait akan terus diperkuat untuk memberantas penyelundupan narkotika lintas negara,” tegasnya.
Dua pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam memperketat pengawasan di jalur perbatasan RI-Malaysia, khususnya di wilayah Kalimantan Barat yang memiliki sejumlah jalur tidak resmi yang berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.














Komentar