JurnalPatroliNews | Medan – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap lima perkembangan lingkungan strategis yang menjadi perhatian Polri karena dinilai dapat memengaruhi situasi keamanan, baik di tingkat internasional maupun dalam negeri.
Lima isu tersebut yakni konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, perang dagang Amerika Serikat-China, perubahan iklim dan bencana alam, serta perkembangan teknologi termasuk Artificial Intelligence (AI).
Hal itu disampaikan Listyo Sigit saat memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Senin (28/9/2026).
“Kalau kita lihat memang dari situasi konstelasi lingkungan strategis, kurang lebih ada lima isu utama yang ini berdampak kepada situasi yang terjadi, baik di dunia internasional maupun di dalam negeri,” kata Sigit.
Konflik Timur Tengah dan Risiko Energi
Menurut Sigit, dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu jalur perdagangan dan distribusi energi dunia.
Ia menyoroti gangguan di kawasan Selat Bab al-Mandab setelah sebelumnya terjadi ketegangan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Menurutnya, apabila gangguan tersebut terus berkembang, dampaknya dapat merembet ke rantai logistik dan harga berbagai komoditas.
“Itu belum selesai, sekarang muncul lagi gangguan baru terkait dengan Selat Bab al-Mandab. Kalau ini terus berkembang, tentunya akan berdampak kepada gangguan rantai logistik dan dampaknya pasti akan berdampak pada harga-harga yang tentunya ini akan kita hadapi,” ujar Sigit.
Ia juga menyinggung fluktuasi harga minyak dunia yang menurutnya ikut dipengaruhi dinamika geopolitik tersebut.
Perang Rusia-Ukraina dan Perang Dagang
Isu kedua yang masuk dalam perhatian Polri adalah konflik Rusia-Ukraina. Konflik tersebut disebut sebagai bagian dari dinamika geopolitik yang turut membentuk perkembangan lingkungan strategis global.
Sementara itu, perang dagang Amerika Serikat dan China juga dinilai memiliki dampak luas terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas internasional.
Sigit mengatakan Washington dan Beijing masih melakukan berbagai pertemuan dalam upaya meredakan perang tarif.
“Kemudian perang dagang Amerika-China. Saat ini sudah dilakukan berbagai macam pertemuan antara Xi Jinping dengan Donald Trump. Namun, saat ini masih dilakukan upaya untuk melakukan gencatan senjata terkait dengan perang tarif,” kata Sigit.
Menurut dia, posisi Amerika Serikat dan China sebagai dua kekuatan besar dunia membuat setiap perubahan hubungan kedua negara berpotensi menimbulkan efek terhadap negara lain.
Perubahan Iklim dan Ancaman Karhutla
Perubahan iklim dan bencana alam menjadi isu ketiga yang dipantau Polri. Sigit menyoroti kondisi cuaca yang berbeda di sejumlah wilayah Indonesia.
Ia menyebut sebagian wilayah Sumatera mengalami hujan hingga banjir, sementara sejumlah kawasan di Kalimantan menghadapi kekeringan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sigit mengatakan kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan aparat karena bencana dapat berdampak langsung terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Tadi saya tanya Kapolda, bagaimana Sumatera? Sumatera hampir hujan ya. Hujan dan bahkan ada yang banjir. Di Solok juga sama sudah ada banjir. Sementara tempat lain, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, mungkin sampai dengan November, Desember masih terjadi kekeringan yang cukup tinggi,” jelasnya.
AI Mulai Masuk ke Modus Kejahatan
Perkembangan teknologi dan AI menjadi isu kelima yang mendapat perhatian khusus. Sigit mengatakan perkembangan AI bergerak sangat cepat dan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan produktif, tetapi juga oleh pelaku kejahatan.
Menurut dia, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai modus kriminal, termasuk penipuan serta aktivitas kejahatan lainnya.
“Kemampuan AI yang semakin meningkat dan ini harus kita sadari bahwa apabila kita tidak siap, tidak hati-hati, AI ini berkembangnya sangat luar biasa,” ujar Sigit.
Ia mengingatkan pelaku kejahatan juga terus mempelajari teknologi untuk menciptakan modus baru dan berupaya berada selangkah lebih maju dari aparat penegak hukum.
“Pelaku kejahatan juga selalu belajar, selalu berusaha untuk berada satu langkah lebih depan. Sehingga kemudian mereka selalu bisa melakukan modus-modus baru untuk melakukan kejahatan,” sambungnya.
Polri Perkuat Pengamanan Ruang Digital
Menghadapi perubahan tersebut, Polri melakukan penyesuaian strategi, terutama dalam mengantisipasi kejahatan di ruang digital.
Sigit mengatakan langkah yang dilakukan antara lain memperkuat struktur siber, mengungkap kasus kejahatan digital, melakukan pemblokiran terhadap konten berbahaya, serta meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Ia juga menyoroti masih maraknya judi online dan scamming yang menimbulkan korban di masyarakat.
“Polri juga melakukan berbagai macam penyesuaian, mulai dari melakukan upaya-upaya untuk menjaga ruang digital. Dari penguatan struktur siber, kemudian pengungkapan kasus-kasus, pemblokiran terhadap konten yang berbahaya. Bekerja sama dengan Komdigi,” ujar Sigit.
Karena itu, edukasi dan literasi digital dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan berbasis teknologi.
Lima isu yang disampaikan Kapolri tersebut menunjukkan bahwa perhatian Polri tidak hanya diarahkan pada gangguan keamanan konvensional, tetapi juga mencakup dampak konflik geopolitik, kondisi lingkungan, perubahan ekonomi global, hingga ancaman kriminal yang berkembang seiring kemajuan teknologi.















Komentar