JurnalPatroliNews | Natuna – Kabar mengenai nilai kontrak kerja Rendi Apriyanto, warga Natuna, Kepulauan Riau, yang disebut mencapai sekitar Rp600 juta setelah bergabung sebagai tentara Rusia, mendapat tanggapan dari pihak keluarga.
Ketua RT 03/RW 01 Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna, Starky, mengatakan pihak keluarga tidak pernah menerima uang dalam jumlah Rp600 juta sebagaimana informasi yang beredar.
Menurut Starky, angka tersebut muncul dari cerita yang berkembang di tengah masyarakat terkait keberangkatan Rendi ke Rusia. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai nilai kontrak maupun mekanisme pembayaran yang sebenarnya.
“Yang Rp600 juta itu kita masih rancu dengan keterangan itu. Orang tuanya pun tidak pernah menerima uang sebanyak itu,” ujar Starky.
Keluarga Pernah Terima Transfer
Starky menjelaskan, keluarga Rendi memang pernah menerima sejumlah uang yang dikirimkan oleh Rendi dari Rusia.
Pengiriman dilakukan beberapa kali melalui layanan transfer uang. Namun, nominal yang diterima keluarga disebut jauh di bawah angka Rp600 juta.
Starky menyebut, di antara transfer yang pernah diterima terdapat uang sekitar Rp50 juta dan Rp20 juta. Selain itu, masih ada beberapa transfer lain yang nominal keseluruhannya belum dapat dipastikan.
“Yang pernah masuk itu Rp50 juta, Rp20 juta atau berapa, hanya beberapa kali,” katanya.
Karena tidak seluruh transaksi diketahui secara rinci oleh pihak lingkungan tempat tinggal keluarga, Starky belum dapat memastikan total uang yang pernah dikirimkan Rendi kepada orang tuanya.
Disebut untuk Keperluan Orang Tua
Menurut Starky, uang yang dikirimkan Rendi kepada keluarga bukan semata-mata untuk kebutuhan pribadi.
Rendi disebut pernah berpesan agar uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan kedua orang tuanya, termasuk rencana menjalankan ibadah umrah.
Niat tersebut kemudian ditindaklanjuti keluarga dengan mendaftarkan kedua orang tua Rendi untuk mengikuti program umrah.
“Memang ada niat dari Rendi untuk membantu orang tuanya dan membiayai umrah,” ujar Starky.
Informasi tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai tujuan Rendi mengirimkan uang kepada keluarganya. Namun, jumlah keseluruhan penghasilan maupun nilai kontrak yang diterimanya selama berada di Rusia masih belum diketahui secara pasti.
Mekanisme Rp600 Juta Masih Misterius
Persoalan lain yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan adalah mekanisme pembayaran kontrak yang disebut bernilai Rp600 juta.
Starky mengatakan belum diketahui apakah angka tersebut merupakan nilai keseluruhan kontrak selama masa kerja Rendi atau merupakan pembayaran yang diberikan sekaligus setelah kontrak ditandatangani.
“Apakah setelah kontrak selesai baru dibayarkan Rp600 juta atau waktu teken kontrak langsung dibayar Rp600 juta, itu yang belum kita tahu,” katanya.
Dengan demikian, angka Rp600 juta yang beredar di tengah masyarakat belum dapat dijadikan gambaran pasti mengenai uang yang telah diterima Rendi maupun keluarganya.
Pihak keluarga, berdasarkan keterangan Starky, baru mengetahui adanya beberapa kali transfer dengan nominal tertentu. Sementara rincian kontrak, nilai keseluruhan pembayaran, serta mekanisme pencairannya masih belum diketahui secara lengkap.
Hingga informasi tersebut dapat dikonfirmasi melalui dokumen kontrak atau sumber resmi yang berkaitan, nilai Rp600 juta masih perlu ditempatkan sebagai angka yang belum terverifikasi.















Komentar