Dua Hari Hilang Kontak, Jasad Siswi SMK di Sumut Ditemukan di Aliran Sungai Perkebunan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Garis duka menyelimuti dunia pendidikan di wilayah Sumatera Utara setelah seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial AJZ yang baru menginjak usia 17 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan mengapung di kawasan aliran sungai yang melintasi area perkebunan di Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, pada Jumat (15/5).

Penemuan jasad remaja putri tersebut pertama kali diidentifikasi oleh warga setempat yang melakukan upaya pencarian bersama dengan pihak keluarga korban.

Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban dilaporkan sempat dinyatakan hilang tanpa kabar selama dua hari berturut-turut, tepatnya sejak Rabu (13/5).

Plt Kasi Humas Polres Nias Utara, Aipda Aris Gulo, memberikan konfirmasi resmi mengenai kronologi hilangnya korban pada Selasa (19/5). Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui mendadak hilang sesaat setelah jam pulang dari sekolahnya.

Pihak keluarga yang merasa panik lantaran korban tak kunjung tiba di rumah langsung berinisiatif melakukan pelacakan mandiri sekaligus menerbitkan laporan resmi kehilangan orang ke kantor polisi setempat, hingga akhirnya berujung pada penemuan jasad korban di sungai.

Aris menjabarkan bahwa titik koordinat terakhir korban terpantau saat dirinya tengah berjalan kaki untuk pulang ke rumah bersama dengan sang adik kandung seusai jam sekolah berakhir.

Ketika keduanya berada di titik tengah perlintasan jalan, korban tiba-tiba meminta adiknya untuk berbelok arah guna membelikan mi instan.

Di lokasi itulah kedua saudara tersebut berpisah, di mana sang adik langsung pulang ke rumah setelah membeli pesanan, sementara sang kakak justru tidak pernah kembali.

Penyelidikan TKP dan Proses Otopsi Tim Forensik Pasca-penemuan jasad tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar aliran sungai perkebunan.

Di area sekitar lokasi, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang-barang pribadi yang terkonfirmasi milik korban, di antaranya berupa tas sekolah, pakaian seragam, serta sepasang sepatu.

Begitu menerima laporan penemuan, Kapolsek Alasa bersama tim medis dari puskesmas setempat langsung meluncur ke TKP untuk melakukan evakuasi. Jasad remaja malang tersebut kemudian dibawa menuju fasilitas puskesmas terdekat guna menjalani prosedur pemeriksaan luar atau Visum et Repertum (VER) awal.

Guna menyingkap tabir di balik kematian korban secara ilmiah, Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara dikerahkan untuk melaksanakan tindakan autopsi menyeluruh terhadap jenazah AJZ.

Proses autopsi tersebut dilaksanakan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Thomson Nias pada Minggu (17/5).

Pihak jajaran Polres Nias Utara menegaskan bahwa status penanganan perkara ini masih berada dalam tahap penyelidikan intensif guna memastikan penyebab utama di balik kematian sang siswi SMK.

Aparat penegak hukum saat ini tengah menunggu hasil resume resmi dari tim dokter forensik terkait rincian luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban, dan berjanji akan terus memperbarui setiap jengkal perkembangan langkah hukum ke depan kepada publik.