JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, menyoroti perilaku sebagian anggota kepolisian yang dinilai kurang baik dan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Langgeng menyampaikan hal tersebut merujuk pada hasil riset Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) yang menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi setiap anggota Polri.
“Riset ini dilatarbelakangi oleh masih adanya perilaku yang tidak baik di lingkungan Polri, dan hal tersebut menjadi faktor utama turunnya kepercayaan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, SSDM Polri menggelar seminar bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat sumber daya manusia yang memiliki kompetensi etik dan karakter kuat.
Langgeng menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air yang berpijak pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Tribrata, dan Catur Prasetya.
“Karakter ini akan menjadi pelindung di tengah dinamika global. Hasil seminar akan ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan silabus, kurikulum, dan modul pembinaan karakter,” jelasnya.
Lebih lanjut, Langgeng menekankan bahwa pembinaan karakter perlu dilakukan sejak tahap rekrutmen calon anggota Polri. Tujuannya agar sejak dini terbentuk personel yang berintegritas tinggi dan bermoral baik.
“Untuk mewujudkan SDM unggul, pembinaan karakter harus dimulai dari calon anggota Polri. Minimal jangan sampai muncul ‘benalu-benalu’ di tubuh Polri,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Polri berharap dapat memperkuat citra positif dan mengembalikan kepercayaan publik melalui pembentukan anggota yang berkarakter, beretika, dan berjiwa nasionalis.














