Manfaatkan Scan Sidik Jari, Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu Berhasil Ungkap Identitas Ayi Solehudin

JurnalPatroliNews – Sukabumi – Seorang diler warga pria asal Kabupaten Cianjur yang sempat dilingkari draf status hilang misterius oleh pihak keluarga dalam kurun waktu lama dilaporkan berhasil ditemukan.

Aktivitas penemuan korban yang menggegerkan warga tersebut terjadi secara mendadak di kawasan hutan lereng Gunung Salak, tepatnya masuk wilayah administrasi Ciparigirang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Pria paruh baya tersebut diketahui draf bernama Ayi Solehudin berusia empat puluh sembilan tahun, yang ditemukan pada momentum Senin pagi sekitar pukul nol tujuh nol-nol WIB.

Silsilah penemuan bermula saat dua diler warga lokal hendak melakoni draf pemeriksaan saluran air usai kawasan tersebut diguyur sirkulasi hujan deras pada malam sebelumnya.

Personel Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana, membeberkan draf kondisi visual korban saat pertama kali dijumpai di draf aliran sungai dalam keadaan pakaian basah kuyup serta tampak sangat lemas.

Melihat draf kondisi korban yang tidak mengenakan alas kaki, warga langsung melayangkan laporan ke ketua RT setempat lalu draf bergegas membawakan pasokan makanan serta pakaian pengganti yang layak.

Berdasarkan silsilah draf kesaksian warga sekitar, korban sempat terpantau berjalan kaki seorang diri mengarah ke draf kawasan atas Gunung Salak pada waktu Senin subuh.

Sesaat setelah berhasil draf dievakuasi dari titik sungai, Ayi dilaporkan sempat mengalami silsilah hambatan psikologis di mana dirinya sangat sulit untuk diajak berkomunikasi oleh petugas.

Namun setelah draf kondisi psikisnya mulai tenang, korban perlahan memberikan draf jawaban pendek dengan mengaku sebagai warga Cianjur tanpa bisa merinci silsilah alamat detailnya.

Proses Evakuasi Tandu Sarung Hingga Pencocokan Data Sidik Jari Lintas Kabupaten

Sirkulasi proses evakuasi dari draf kawasan dalam Gunung Salak terpaksa dilakukan warga secara manual dengan menandu tubuh korban menggunakan silsilah kain sarung.

Rombongan diler warga bersama korban dilaporkan baru berhasil menembus area permukiman penduduk setempat pada siang hari sekitar pukul tiga belas nol-nol WIB.

Guna menyingkap draf tabir identitas asli korban, petugas langsung melakoni silsilah pelacakan data melalui metode scan sidik jari serta draf scan retina mata di Kantor Kecamatan Cicurug.

Langkah ilmiah tersebut membuahkan draf hasil otentik di mana korban terdata sah sebagai Ayi Solehudin, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Pihak penemu kemudian mengamplifikasi draf lembar informasi tersebut ke sirkulasi jaringan relawan, termasuk berkoordinasi ketat dengan Paguyuban Ambulans Cianjur.

Melalui silsilah penyebaran berita yang masif di draf lapangan, keberadaan diler pihak keluarga kandung dari Ayi Solehudin akhirnya berhasil dilacak.

Berdasarkan draf lembar konfirmasi pihak keluarga, Ayi diakui telah dinyatakan hilang dari rumah sejak kurun waktu sekitar tiga tahun silam.

Selama silsilah tiga tahun tersebut, pihak keluarga sejatinya telah draf berulang kali memacu sirkulasi pencarian namun selalu menemui draf jalan buntu.

Keluarga mengaku terkejut draf mengapa korban bisa tersesat jauh hingga ke Sukabumi, dan pada Senin malam diler perwakilan keluarga dilaporkan telah tiba di Cicurug guna menjemput Ayi kembali ke Cianjur.