JurnalPatroliNews | Kalimantan Utara — Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kalimantan Utara, Sabtu (3/10/2026).
Peninjauan dilakukan di Yonif TP 921/Alang Impang, Kabupaten Malinau, dan Yonif TP 922/Upun Taka, Kabupaten Tana Tidung. Agenda tersebut mencakup perkembangan pembangunan pangkalan, kondisi fasilitas, hingga kesiapan operasional prajurit yang bertugas di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kementerian Pertahanan menyebut keberadaan Yonif TP tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menghadirkan prajurit yang mampu memberikan rasa aman sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat perbatasan.
Prajurit Diminta Siap Tempur dan Dekat dengan Rakyat
Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie menekankan prajurit di perbatasan harus menguasai kemampuan dasar tempur, termasuk menembak, patroli dan bela diri.
Namun, tugas Yonif TP tidak berhenti pada fungsi pertahanan. Prajurit juga didorong menjadi penggerak pembangunan, membantu masyarakat, serta mendukung program pemerintah daerah di wilayah penugasan.
Menhan bahkan menekankan kemampuan teknis seperti bercocok tanam dan beternak untuk mendukung kemandirian kebutuhan satuan.
Infrastruktur Pangkalan Jadi Perhatian
Kesiapan personel juga harus ditopang fasilitas yang memadai. Karena itu, progres pembangunan pangkalan menjadi salah satu objek utama peninjauan.
Kemhan menyebut masih terdapat prajurit yang harus tinggal di luar pangkalan. Menhan kemudian meminta agar fasilitas hunian dan sarana pangkalan segera disiapkan sehingga personel dan keluarga dapat tinggal di dalam kawasan satuan serta lebih mudah menjaga kesiapsiagaan.
Benteng Perbatasan Sekaligus Mitra Masyarakat
Penempatan Yonif TP di Kalimantan Utara membawa dua misi sekaligus: menjaga kedaulatan dan memperkuat keterhubungan TNI dengan masyarakat.
Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait menjadi penting agar kehadiran prajurit tidak hanya terlihat ketika menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.
Kunjungan Wapang TNI dan Menhan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kesiapan pertahanan di wilayah perbatasan harus dibangun bersama kesiapan infrastruktur, profesionalisme prajurit, serta kedekatan dengan rakyat.















Komentar