Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Ade Agustina mampu melakukan pembenahan di lingkungan pemasyarakatan Bangka Belitung secara bertahap namun terukur.
“Kami percaya Ibu Ade mampu melakukan pembenahan terhadap Lapas-Lapas di Bangka Belitung. Tidak perlu terlihat sangar, namun dengan senyum yang ramah justru bisa membuat perubahan besar,” tegas Rikky.
Lebih lanjut, Rikky menegaskan bahwa insan pers di Bangka Belitung siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif dalam mendukung langkah-langkah pembenahan yang dilakukan Kanwil Ditjenpas Babel.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal proses perbaikan institusi, termasuk mendorong terciptanya sistem pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan transparan.
“Kami siap mendukung langkah-langkah Kakanwil untuk melakukan bersih-bersih di internal Lapas demi menjaga marwah institusi pemasyarakatan dan mengembalikan kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rikky bersama Muhamad Zen juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Pangkalpinang yang sejak awal aktif melakukan komunikasi dan pengamanan selama agenda audiensi berlangsung.
Ia menilai kehadiran kepolisian turut membantu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh dialog sehingga seluruh aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa adanya ketegangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Pangkalpinang yang sejak awal intens melakukan komunikasi hingga ikut mengawal kegiatan audiensi ini sampai selesai, terkhusus kepada Kasat Intelkam Bang Sirait beserta jajarannya,” ucapnya.
Muhamad Zen berharap sinergi antara insan pers, kepolisian, dan Kanwil Ditjenpas Babel dapat terus terjalin secara positif demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, keterbukaan komunikasi dan kemauan untuk menerima kritik merupakan fondasi penting dalam menciptakan reformasi birokrasi yang benar-benar dirasakan masyarakat.














