JurnalPatroliNews | Abu Dhabi – Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Abu Dhabi, Minggu (27/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi pertemuan yang secara terbuka dikonfirmasi pemerintah UEA. Kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency (WAM), melaporkan bahwa kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta langkah-langkah untuk memperkuat dan mengembangkan kerja sama kedua negara.
Kantor Perdana Menteri Israel juga menyatakan Netanyahu berada di UEA atas undangan MBZ. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu didampingi sejumlah pejabat senior Israel, termasuk Kepala Dewan Keamanan Nasional, Kepala Mossad, sekretaris militer, serta penasihat kebijakan luar negeri.
Pertemuan itu menjadi perhatian karena sebelumnya pemerintah UEA sempat membantah laporan mengenai kunjungan Netanyahu ke negara tersebut. Pada Mei 2026, WAM bahkan menerbitkan pernyataan yang menegaskan bahwa UEA tidak menerima kunjungan Netanyahu maupun delegasi militer Israel yang saat itu diberitakan.
Dengan adanya konfirmasi terbaru dari WAM, pertemuan MBZ dan Netanyahu pada Minggu menjadi kunjungan yang secara resmi diakui Abu Dhabi.
Dilaporkan Bahas Iran
Selain hubungan bilateral, isu Iran disebut menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut.
Arab News, mengutip Reuters, melaporkan kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi berlangsung di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Media tersebut juga menyebut hubungan UEA dengan AS dan Israel semakin diperkuat setelah UEA mengalami serangan dalam perang Iran.
Sementara itu, laporan mengenai durasi pertemuan selama sekitar enam jam dan fokus pembahasan pada Iran dikaitkan dengan keterangan tiga pejabat senior Israel. Informasi tersebut belum dijelaskan secara rinci dalam laporan resmi WAM yang tersedia untuk publik.
Situasi kawasan sendiri masih diwarnai ketegangan. Pada 27 September, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran. Pada saat yang sama, laporan Reuters menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengharapkan pembicaraan lanjutan dengan Iran.
Hubungan UEA-Israel
UEA dan Israel menjalin hubungan diplomatik melalui Abraham Accords yang disepakati pada 2020. Sejak saat itu, kedua negara membangun hubungan di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, teknologi, dan keamanan.
Pemerintah UEA sebelumnya menegaskan bahwa hubungan dengan Israel berlangsung melalui jalur resmi. Kementerian Luar Negeri UEA juga menyatakan kedua negara mempertahankan jalur komunikasi terbuka dan langsung sejak hubungan diplomatik dibentuk.
Namun, posisi UEA terhadap perkembangan konflik regional tetap memiliki sejumlah dimensi. Dalam pernyataan bersama dengan sejumlah negara Arab dan Indonesia pada September 2026, UEA menyerukan penghentian kekerasan serta menekankan pentingnya stabilitas kawasan dan penyelesaian konflik melalui kerangka yang disepakati.
Pertemuan MBZ dan Netanyahu di Abu Dhabi dengan demikian berlangsung dalam konteks hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 2020 sekaligus situasi keamanan Timur Tengah yang masih berkembang.
Bagi Abu Dhabi dan Tel Aviv, komunikasi langsung di tingkat pemimpin menjadi salah satu saluran hubungan kedua negara. Sementara bagi kawasan, agenda pembicaraan mereka menjadi bagian dari perkembangan diplomatik di tengah ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.












Komentar