JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memaparkan capaian diplomasi Indonesia dalam kurun waktu satu tahun terakhir melalui Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026.
Dalam agenda yang digelar di Gedung Kemlu, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026 tersebut, Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menyepakati puluhan kerja sama strategis di sektor pertahanan dan penegakan hukum.
Tercatat sebanyak tujuh kerja sama bidang pertahanan dan 16 perjanjian penegakan hukum telah ditandatangani dengan berbagai negara mitra kunci, termasuk Australia, Kanada, Prancis, Turki, dan Yordania.
Selain perjanjian formal, Indonesia juga memperkuat posisi geopolitiknya dengan membentuk kemitraan strategis bersama Rusia dan Thailand, serta kemitraan strategis komprehensif dengan Vietnam.
Menurut Sugiono, berbagai kesepakatan ini berfungsi sebagai fondasi untuk memperdalam kepastian kerja sama dan meningkatkan interoperabilitas antarnegara.
Ia menekankan bahwa di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan sulit diprediksi, sinergi antara kebijakan luar negeri dan sektor pertahanan menjadi instrumen stabilisasi yang sangat krusial.
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, Indonesia juga mengintensifkan dialog strategis tingkat tinggi melalui format pertemuan 2 plus 2 yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan.
Dialog ini telah dilakukan bersama Tiongkok, Jepang, Australia, serta Turki. Frekuensi pertemuan ini mencerminkan kesadaran strategis Indonesia untuk mencegah risiko salah perhitungan antarnegara yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa bagi Indonesia, kekuatan pertahanan tidak dibangun melalui unjuk kekuatan fisik semata.
Sebaliknya, pertahanan yang kuat dibangun melalui kepastian hukum, langkah pencegahan, serta pembukaan ruang-ruang dialog yang konstruktif untuk menjaga perdamaian dunia secara berkelanjutan.














