JurnalPatroliNews – Jakarta -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia kembali memperoleh kepercayaan dalam diplomasi internasional. Bahkan, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung disebut pernah memintanya mempertimbangkan kunjungan ke Korea Utara guna membuka peluang dialog perdamaian di Semenanjung Korea.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di hadapan ratusan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menceritakan pengalamannya ketika melakukan kunjungan resmi ke Seoul. Menurutnya, Presiden Korea Selatan secara langsung menyampaikan harapan agar Indonesia dapat berperan sebagai jembatan komunikasi dengan Korea Utara.
“Bahkan kunjungan saya terakhir di Seoul, Korea Selatan, presiden minta kepada saya, bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?” ungkap Prabowo.
Menanggapi permintaan tersebut, Prabowo mengaku menyatakan kesiapannya apabila benar-benar dipercaya menjalankan misi diplomatik tersebut.
Menurutnya, Indonesia selalu membuka diri untuk berkontribusi dalam upaya menciptakan perdamaian dunia, selama dilakukan atas dasar kepercayaan dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara.
“Saya bilang, ‘Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,’” ujar Prabowo.
Prabowo menilai kepercayaan yang diberikan berbagai negara kepada Indonesia tidak terlepas dari konsistensi pemerintah menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif serta tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Menurut Presiden, prinsip tersebut selama ini menjadi fondasi diplomasi Indonesia sehingga mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai negara yang memiliki kepentingan geopolitik berbeda.
“Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh,” katanya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan Indonesia terus mempertahankan hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara, termasuk negara-negara yang memiliki perbedaan kepentingan strategis di tingkat global.
Ia menyebut Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, India, hingga Australia, sembari terus memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga di kawasan.
Menurut Prabowo, meskipun terdapat sejumlah tantangan, termasuk persoalan keamanan dan isu separatisme, Indonesia tetap mengedepankan dialog dan kerja sama dalam membangun hubungan internasional.
“Hubungan kita baik sama Amerika Serikat. Tapi kita baik juga sama Tiongkok. Kita juga baik sama Rusia. Kita baik sama Jepang. Kita baik sama India. Kita baik sama Australia. Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis, tapi kita baik sama tetangga-tetangga kita. Sama PNG kita baik,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran sebagai mitra yang dipercaya dalam diplomasi internasional, dengan mengedepankan prinsip perdamaian, kerja sama, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara.













Komentar