JurnalPatroliNews | Bekasi – Pemerintah menegaskan bahwa masuknya investasi ke Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Komitmen tersebut kembali disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat meresmikan fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (3/7/2026).
Menurut Afriansyah, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kontribusinya dalam membuka kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya perluasan kesempatan kerja. Fokus kita adalah memastikan agar pertumbuhan dunia usaha berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Afriansyah Noor.
Target Serap Hingga 400 Tenaga Kerja
Wamenaker menjelaskan, pembangunan fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia menjadi salah satu proyek investasi yang dipantau pemerintah dalam rangka memperluas kesempatan kerja nasional.
Pada tahap awal ekspansi yang dikenal sebagai Proyek Kartini, perusahaan telah menyerap sekitar 60 tenaga kerja baru. Sementara pada tahap pengembangan berikutnya, jumlah tenaga kerja yang direkrut ditargetkan meningkat hingga sekitar 400 orang.
Pemerintah berharap komitmen tersebut dapat direalisasikan secara bertahap seiring berkembangnya investasi perusahaan di Indonesia.
“Kami menekankan agar komitmen penyerapan tenaga kerja ini terus berlanjut secara terukur pada tahap-tahap investasi berikutnya,” katanya.
Tekankan Perlindungan Hak Pekerja
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan juga mengingatkan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap seluruh ketentuan ketenagakerjaan.
Afriansyah menegaskan bahwa perusahaan wajib menerapkan sistem pengupahan yang adil, memenuhi hak-hak normatif pekerja, serta membangun hubungan industrial yang harmonis dengan serikat pekerja.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mendorong penguatan komunikasi bipartit antara manajemen PT Givaudan Indonesia dengan SPKEP SPSI PT Givaudan Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas hubungan industrial.
Menurutnya, hubungan kerja yang sehat akan menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.
Investasi Harus Beri Manfaat Luas
Menutup sambutannya, Afriansyah kembali menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal setiap investasi agar tidak hanya memberikan keuntungan bagi dunia usaha, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pekerja dan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Pemerintah terus mendorong agar setiap entitas bisnis, termasuk PT Givaudan Indonesia, mengedepankan prinsip bahwa keberhasilan investasi harus memberikan manfaat luas, terutama bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Pemerintah berharap kolaborasi antara dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan dapat terus diperkuat sehingga pertumbuhan investasi nasional berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan terbukanya lebih banyak lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia.















Komentar