Rilis Identitas Pelaku Penembakan Masjid San Diego, Departemen Hukum AS Sebut Keduanya Tewas Bunuh Diri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Departemen Hukum Amerika Serikat (AS) secara resmi merilis identitas dari dua orang pelaku yang mendalangi aksi penembakan maut di kompleks Masjid San Diego.

Kedua pelaku yang dilaporkan langsung tewas di lokasi kejadian tersebut teridentifikasi sebagai Caleb Vasques yang berusia 18 tahun dan Cain Clark yang berusia 17 tahun.

Seorang pejabat berwenang dari Departemen Hukum AS menyampaikan data identitas tersebut kepada pihak Reuters pada Selasa (19/5).

Pasca-melancarkan aksi penyerangan brutal yang mengejutkan publik tersebut, kedua remaja itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri dengan cara bunuh diri.

Insiden berdarah tersebut dikonfirmasi telah merenggut nyawa tiga orang korban. Pihak berwenang menyatakan bahwa seluruh korban tewas memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas di masjid tersebut.

Ketiganya kini dihujani pujian serta penghormatan yang tinggi karena dinilai telah mengorbankan keselamatan diri mereka sendiri dan menempatkan diri dalam situasi bahaya demi melindungi nyawa orang lain.

Salah satu sosok yang menjadi sorotan utama atas aksi heroiknya adalah Amin Abdullah, atau yang akrab dikenal oleh komunitas setempat dengan nama Brian Climax.

Abdullah diketahui berprofesi sebagai petugas penjaga keamanan di masjid tersebut. Dirinya menjadi orang pertama yang menyadari dan mengendus gelagat mencurigakan dari kedua pelaku yang saat itu tengah bersiap untuk melepaskan rentetan tembakan.

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengungkapkan kepada media bahwa Abdullah langsung berinisiatif untuk mengonfrontasi kedua pelaku secara berani.

Di saat yang bersamaan, ia dengan sigap mengaktifkan mode penutupan total atau lockdown di seluruh area kompleks masjid melalui panggilan radio darurat miliknya.

Langkah cepat yang diambil oleh petugas keamanan ini dinilai sangat krusial dalam menghindari jatuhnya lebih banyak korban jiwa di lokasi kejadian.

Abdullah berupaya keras untuk mengalihkan konsentrasi dan arah serangan para pelaku agar tidak menyasar ke dalam area gedung utama. Namun, aksi berani tersebut harus dibayar mahal setelah dirinya dinyatakan tewas akibat terjangan peluru panas di area fasilitas parkiran masjid.

Wahl menegaskan bahwa tidak ada keraguan sedikit pun bahwa aksi heroik yang dilakoni oleh Abdullah berhasil mengecoh pergerakan para pelaku dan menghalangi langkah mereka untuk merangsek masuk ke dalam area komplek yang lebih luas.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat pada saat kejadian, terdapat sekitar 140 anak-anak yang sedang berada di dalam ruangan kelas, dengan jarak geografis hanya berkisar sekitar lima meter dari posisi berdirinya para pelaku.

Sementara itu, dua korban tewas lainnya dilaporkan terpojok di area parkiran saat rentetan tembakan tersebut membabi buta.

Kedua korban tersebut diidentifikasi sebagai salah seorang tetua masjid bernama Mansour Kaziha, serta seorang pengemudi layanan transportasi online Uber bernama Nadir Awad. Pihak kepolisian dan komunitas muslim setempat terus memberikan penghormatan mendalam atas pengorbanan para korban di tengah kedudukan yang mendalam.