Sinergi Iduladha di Denpasar, Yayasan Nurul Hidayah Sembelih Puluhan Ekor Sapi dan Kambing Bersama Warga Adat

JurnalPatroliNews – Denpasar – Perayaan Hari Raya Idul Adha seribu empat ratus empat puluh tujuh Hijriah yang jatuh pada hari Rabu pertengahan tahun ini diwarnai dengan gairah ibadah sosial yang kental di berbagai daerah.

Segera setelah pelaksanaan ibadah Shalat Id rampung digelar, berbagai elemen masyarakat mulai dari pengurus masjid, organisasi keagamaan, hingga lembaga sosial bergerak serentak melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Pemandangan penuh kesibukan tersebut salah satunya terpantau secara jelas di halaman sekretariat Yayasan Nurul Hidayah yang berlokasi di kawasan jalan Gelogor Carik Gang Nuri, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Rangkaian operasional penyembelihan hewan kurban di lokasi ini mulai digulirkan sejak pagi hari tepat pada pukul nol delapan nol nol Waktu Indonesia Tengah.

Jalannya agenda religi ini dihadiri langsung oleh perangkat desa setempat, jajaran pengurus yayasan, serta barisan panitia yang dibantu secara aktif oleh masyarakat desa adat setempat.

Semua elemen warga terpantau saling bahu membahu dan bekerja sama dengan cepat demi menyelesaikan seluruh tahapan prosesi pemotongan hewan kurban tersebut.

Di sela-sela kesibukan lapangan, Ketua Umum Yayasan Nurul Hidayah, H Asmuri, yang saat itu didampingi oleh Ketua BAZNAS Provinsi Bali, H Yunus Muin, membeberkan makna filosofis di balik acara ini.

Asmuri menjelaskan bahwa agenda besar yang berkolaborasi dengan BAZNAS Bali tersebut sengaja mengusung tema utama berupa Toleransi Tanpa Batas.

Pihak yayasan melayangkan rasa syukur serta apresiasi tinggi kepada BAZNAS Bali dan seluruh panitia karena proses pemotongan tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Pada tahun ini, akumulasi hewan kurban yang berhasil dihimpun oleh pihak panitia gabungan mencapai angka dua puluh enam ekor sapi dan lima belas ekor kambing.

Untuk teknis pembagiannya, seluruh paket daging kurban dikemas rapi menggunakan wadah kotak kertas tebal demi menjaga kebersihan sebelum disalurkan kepada penduduk lokal.

Sistem penyerahan paket logistik kurban kepada warga diatur secara modern dengan menggunakan fasilitas kupon barcode yang sebelumnya telah dibagikan secara merata oleh panitia.

Sistem Pembagian Lokasi Penyembelihan dan Penyaluran Lintas Iman

Mengenai teknis pembagian tempat, panitia memutuskan untuk menyembelih sebanyak dua puluh dua ekor sapi di halaman yayasan, sedangkan empat ekor sisanya dieksekusi di kawasan taman pancing.

Kerja sama yang konsisten dijalin bersama BAZNAS Provinsi Bali ini didedikasikan secara penuh untuk menebar kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat yang mendiami wilayah desa tersebut.

Pihak yayasan menegaskan bahwa distribusi paket daging kurban ini sama sekali tidak memandang latar belakang agama, sehingga tidak hanya menyasar umat Muslim melainkan juga menyentuh umat beragama lainnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Bali, H Yunus Muin, menambahkan bahwa pelaksanaan agenda ibadah ini sudah berjalan selaras dengan mandat regulasi Undang-Undang Nomor Dua Puluh Tiga Tahun Dua Ribu Sebelas tentang Pengelolaan Zakat.

Yunus memaparkan bahwa ruang lingkup pengelolaan zakat tidak hanya terbatas pada aspek infak saja, melainkan juga memayungi pengelolaan Dana Sosial Keagamaan seperti yang diwujudkan pada hari ini.

Langkah penyembelihan hewan kurban ini dinilai memuat misi keselamatan serta spirit berbagi kebahagiaan bagi segenap warga masyarakat yang tinggal di perimeter Denpasar.

Esensi dari berkurban ditegaskan bukan sekadar ritual menyembelih hewan semata, melainkan bertindak sebagai bukti otentik ketaatan hambanya kepada sang pencipta.

Ibadah ini sekaligus menjadi cerminan nyata dari kebersamaan, media berbagi rezeki, serta sarana ampuh dalam mempererat ikatan tali silaturahmi persaudaraan antarsesama.

Melalui momentum ini, nilai hidup rukun, sikap toleransi yang tinggi, serta rasa saling menghormati antarumat beragama diharapkan dapat kian mengakar kuat.

Pihak otoritas menekankan bahwa BAZNAS memiliki sifat kelembagaan yang inklusif, yang berarti bergerak tanpa sekat diskriminasi dan siap memayungi siapa saja yang berhak menerima.

Walaupun secara hukum fiqih ibadah kurban ini masuk dalam kategori anjuran, namun seruan ini dinilai sangat kuat mengikat bagi setiap umat Islam yang telah memiliki kemampuan secara materiil.

Rangkaian operasional kurban yang digawangi oleh Yayasan Nurul Hidayah bersama BAZNAS Bali ini akhirnya resmi berakhir pada pukul tujuh belas nol nol Wita.

Agenda langsung diteruskan dengan proses pendistribusian logistik daging kurban secara tertib kepada masyarakat penerima yang datanya telah divalidasi lewat sistem kupon barcode panitia.

Komentar