Lemkari Sebagai Olahraga Bela Diri Tertua Di Indonesia

  • Whatsapp
Foto Kenangan Meski Bukan Karateka Dianugerahkan Pakaian Karate Lemkari Dengan Sabuk Hitam. Saat itu, bersamaan dengan Nyoman Wandira Adi dan Hesti Ranitasari.

@ Oleh: Made Tirthayasa

JurnalPatroliNews – Buleleng – Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) sebuah organisasi olah raga bela diri tertua di Indonesia.

Saat ini Lemkari terus berkembang hingga kepelosok-pelosok negeri. Termasuk di daerah kabupaten Utara Pulau Dewata, Bali semenjak tempo doeloe.
Oleh sebab itu dibutuhkan pengurus yang solid untuk memajukan organisasi tersebut agar dapat sejajar dengan organisasi bela diri lainnya.

Dari pengalaman, meski bukan karateka di struktur organisasi Pengcab Lemkari Buleleng, Bali harus diakui Lemkari Buleleng dari tahun ke tahun terus berbenah dan merekrut anggota untuk mampu menghasilkan karateka sejati, sekaligus regenerasi sesuai hirarki yang telah digariskan.

Keberhasilan karateka Buleleng Komang Sastrawan berhasil mengharumkan nama Buleleng, Bali di acara bela diri tingkat Internasional, terakhir di Belgia.

Sejalan dengan hal itulah, besar harapan Lemkari Buleleng dibawah Dewan Guru PB Lemkari Ida Bagus Lilik Sudirga nantinya dapat menorehkan prestasi yang membanggakan, khususnya bagi Lemkari dan Forki pada umumnya.

Siapa pun sebagai Ketua Umum Pengcab Lemkari Buleleng dipicu bekerja keras untuk membangkitkan karate. Sudah barang tentu harus didukung pula pengurus yang lainnya, niscaya Lemkari akan tetap diperhitungkan terutama ketika berkiprah ada event-event berkelas.
Dari puluhan tahun di struktur Pengcab Lemkari Buleleng, terakhir yang berakhir tahun 2019 dikendalikan oleh Nyoman Wandira Adi, ST yang aktif Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Buleleng.

Atlet yang bernaung dibawah bendera Lemkari ke depan, paling sedikit harus dapat mengukir prestasi melalui bimbingan pelatih, memiliki peran sangat penting.
Pengcab Lemkari Buleleng harus berjanji membentuk dojo unggulan sepanjang ada dukungan dari semua pihak, bertujuan untuk melahirkan karateka-karateka berprestasi.

Tentu ini memerlukan suatu sentuhan manajemen yang benar, terutama bagaimana memfasilitasi bersatunya antar perguruan karate yang ada di Buleleng, tentu nanti dengan berkoordinasi dengan Forki sebagai induk organisasi karate di Buleleng.

Menjadi juara sudah pasti menjadi kebanggaan bagi setiap karateka, begitu juga saat Porprov 2019 lalu di Tabanan, Forki Buleleng berhasil keluar sebagai Juara Umum. Ini membuktikan, bahwa karate di Buleleng telah bangkit, termasuk juga karate dari Lemkari.

Secara pribadi, sebelum tidak diaktifkan lagi di struktur organisasi karate, secara bersama punya motto “Lahir – Hidup – Mati” Lemkari Macan Buleleng

Saya berharap, Lemkari Buleleng khususnya, nantinya dapat membawa angin segar dan dapat mengulangi prestasi yang membanggakan pada event-event bergengsi lainnya.

Sebagai mantan anggota di struktur Pengcab Lemkari puluhan tahun tempo dulu hingga tahun 2019 mengajak seluruh insan karateka di bawah Lemkari agar tetap menjunjung tinggi sumpah karate. Di samping itu, senantiasa didasari disiplin tinggi, niscaya Lemkari Buleleng akan mampu menghasilkan karateka yang berprestasi.

Terlebih beberapa tahun lalu, karateka Buleleng atas nama Komang Sastrawan berhasil mengharumkan nama Bali ke acara bela diri di tingkat Internasional.

Ini membuktikan, bahwa Lemkari tetap diperhitungkan. Osh!!!

Pos terkait