JurnalPatroliNews – Jakarta – Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semakin mendapat angin segar. Keduanya dinilai memiliki rekam jejak signifikan dalam menjaga stabilitas, memperkuat sektor pertanian, serta mendorong kemajuan bangsa.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyebut Soeharto sebagai sosok yang bekerja total untuk kesejahteraan rakyat.
“Pada masa kepemimpinan beliau, Indonesia meraih swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan rakyat hidup lebih tenteram. Pencapaian sebesar itu layak diapresiasi dengan gelar Pahlawan Nasional,” tutur Don dalam keterangan tertulis, Sabtu, 8 November 2025.
Ia menjelaskan, keberhasilan swasembada beras pada era Orde Baru dicapai lewat program intensifikasi pertanian yang mencakup Panca Usaha Tani, Bimas, Operasi Khusus, serta Intensifikasi Khusus.
Don juga menyoroti pembangunan masif pada masa Soeharto, seperti infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai inisiatif agrikultur.
“Pak Harto adalah penjaga Pancasila dan UUD 1945. Itu fakta yang perlu kita akui,” tambahnya.
Selain Soeharto, Don menegaskan kontribusi besar Gus Dur dalam menjaga persatuan setelah masa reformasi. Di bawah kepemimpinan Gus Dur, kelompok tani dan masyarakat adat diberikan ruang lebih luas untuk menyampaikan aspirasi.
“Gus Dur dikenal memiliki pandangan visioner, merangkul seluruh elemen bangsa sehingga keutuhan negara tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Don, stabilitas politik di era Gus Dur berperan dalam memulihkan ekonomi sekaligus mendorong reformasi lembaga, termasuk di sektor pertanian. Program otonomi daerah yang digagas membuka akses lebih besar bagi petani di wilayah terpencil untuk menerima bantuan langsung.
“Program tersebut kemudian diteruskan oleh pemimpin setelahnya. Itu adalah salah satu jasa besar Gus Dur bagi bangsa,” pungkasnya.














