JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya Kejaksaan Agung dalam memulihkan keuangan negara hingga Rp6,62 triliun mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan nyata penegakan hukum karena berorientasi langsung pada pengembalian hak negara.
Rudianto menjelaskan, dana triliunan rupiah itu diperoleh dari penagihan sanksi administratif di sektor kehutanan serta penyelamatan aset negara yang bersumber dari perkara tindak pidana korupsi. Ia menilai pendekatan tersebut lebih berdampak dibanding sekadar penindakan yang berfokus pada hukuman fisik pelaku.
Politikus Partai NasDem itu mengkritik praktik penegakan hukum yang selama ini cenderung menonjolkan aspek simbolik, seperti memperlihatkan tersangka mengenakan rompi tahanan kepada publik.
“Menurut saya, jauh lebih penting memamerkan uang negara yang berhasil diselamatkan daripada sekadar menampilkan orang yang ditahan. Berkali-kali tersangka dipertontonkan, tetapi korupsi tetap berulang,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (27/12/2025).
Ia berpandangan, publikasi hasil pemulihan aset merupakan pendekatan yang lebih bermartabat sekaligus menunjukkan perubahan arah pemberantasan korupsi menuju tujuan yang lebih esensial, yakni mengembalikan kerugian negara.
“Korupsi bukan hanya soal memenjarakan pelaku. Yang paling krusial adalah bagaimana keuangan negara bisa pulih. Saya melihat ini sebagai terobosan baru yang lebih bermakna,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti besarnya manfaat dana Rp6,62 triliun tersebut bagi kepentingan publik. Ia menyebut anggaran itu dapat dimanfaatkan untuk pembangunan hunian tetap bagi korban bencana maupun renovasi ribuan fasilitas pendidikan.
Berdasarkan laporan kementerian terkait, kebutuhan rumah permanen bagi korban banjir dan longsor di berbagai daerah mencapai hampir 200 ribu unit. Presiden juga menyayangkan sikap sejumlah korporasi yang dinilai lalai memenuhi kewajiban administratifnya.
“Hanya dari angka ini saja, sekitar 100 ribu rumah bisa dibangun. Bayangkan jika semua perusahaan patuh, berapa banyak nyawa dan kehidupan yang bisa diselamatkan,” ujar Prabowo.













