JurnalPatroliNews – Jakarta – Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan dampak kerusakan yang sangat serius. Dalam situasi terkini, kebutuhan paling krusial bagi warga terdampak adalah ketersediaan tempat tinggal yang aman dan layak huni.
Berdasarkan laporan lapangan, banyak rumah penduduk mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian besar tidak dapat diselamatkan karena tersapu derasnya banjir dan longsoran tanah.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ade Rezki Pratama, menyampaikan keprihatinannya atas penderitaan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menurutnya, para korban kini nyaris kehilangan seluruh harta benda akibat bencana tersebut.
Ade menegaskan bahwa prioritas utama yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pembangunan rumah serta pemulihan sarana dan prasarana pendukung. Ia menyebut banyak keluarga harus memulai kembali dari nol karena tempat tinggal mereka hancur total.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan menyeluruh mengenai jumlah dan lokasi hunian yang akan dibangun kembali. Wilayah seperti Pelembayan, Maninjau, dan sejumlah daerah lain yang terdampak menjadi fokus utama pendataan.
Menurut Ade, proses tersebut masih menunggu hasil data yang benar-benar valid agar pembangunan hunian dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain aspek fisik, Ade turut menyoroti pentingnya penanganan dampak psikologis yang dialami para korban bencana. Ia menilai pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak dan pengungsi, harus menjadi perhatian serius.
Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, termasuk Wakil Menteri Kesehatan, serta melibatkan berbagai tenaga medis seperti dokter dari IDI, unsur militer, dan kepolisian guna membantu proses pemulihan mental para korban.
Legislator Gerindra dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II tersebut menambahkan bahwa situasi di lapangan saat ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan dua minggu sebelumnya. Akses menuju wilayah yang sempat terisolasi kini mulai terbuka.
Ia menutup pernyataannya dengan menyebutkan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan masih terus dilakukan hingga saat ini, mencakup kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pakaian, selimut, hingga obat-obatan bagi warga terdampak bencana.














