Indostrategic: Otot-Otot Politik AHY Lebih Kuat Dibanding Gatot

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gatot Nurmantyo./Net

JurnalPatroliNews, Jakarta – Dua tokoh eks militer yang ada di luar pemerintahan yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gatot Nurmantyo masuk daftar 10 besar calon presiden (capres) dalam survei Indostrategic yang dirilis pekan ini.

Namun, AHY lebih tinggi elektabilitasnya ketimbang Gatot. Kenapa?

Bacaan Lainnya

Dalam survei Indostrategic yang digelar 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 tersebut, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat AHY 6,4 persen, ada di urutan keenam. Sementara, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo ada di urutan kedelapan, dengan elektabilitas 1,8 persen.

“Angka elektabilitas Gatot dan AHY terpaut cukup jauh. Meskipun secara kepangkatan di militer AHY berada di bawah Gatot, tapi AHY lebih cepat menginvestasikan nama dan jaringan politiknya melalui mesin Partai Demokrat, sehingga otot-otot politik AHY lebih kuat dibanding Gatot,” tutur Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam kepada SINDOnews, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Umam, jabatan publik merupakan instrumen politik yang efektif untuk mengampanyekan nama, kiprah, dan rekam jejak seseorang. “Karena itu, mereka yang duduk di jabatan publik mudah mem-boosting elektabilitasnya dengan mengkapitalisasi peran publik yang mereka miliki,” ungkapnya.

Sebaliknya, lanjut dia, ketika nama-nama itu tidak lagi di pemerintahan, elektabilitas mereka menguap begitu cepat, seperti Dahlan Iskan dan Susi Pudjiastuti. “Hal itu disebut dengan bubble electability, atau efek balon, cepat besar dan cepat kempes,” imbuhnya.

Dalam hal ini, kata dia, AHY cukup berbeda karena elektabilitasnya terjaga meskipun tidak duduk di posisi jabatan publik. “Sehingga, elektabilitas AHY itu bisa dimaknai sebagai angka harapan publik untuk melihat dan menilai seberapa efektif kapasitas perannya dalam jabatan publik,” pungkasnya.

(sdn)

Pos terkait