Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan sedang bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengawasi perkembangan satgas tersebut.
Dudy mengharapkan agar manfaat satgas ini dapat segera dirasakan masyarakat sebelum masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Harapannya, sebelum Nataru, satgas ini sudah menghasilkan dampak yang nyata,” kata Dudy.
Menko AHY juga menginstruksikan Menteri Perhubungan untuk menurunkan angka kecelakaan transportasi di berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara.
“Keselamatan adalah prioritas. Kami tidak ingin ada kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa atau kerugian materiil,” tegas AHY, sambil menekankan pentingnya regulasi yang menjaga keseimbangan antara keselamatan dan efisiensi ekonomi.
Sementara itu, peneliti dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Dwi Ardianta Kurniawan, menyarankan agar sistem multiprovider dalam suplai avtur diterapkan untuk membantu menekan harga tiket pesawat.
Hal ini dinilai dapat mencegah praktik monopoli yang memengaruhi harga avtur di Indonesia.
Selain avtur, tingginya harga tiket juga dipicu oleh pajak impor suku cadang serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.














