JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Pariwisata melaporkan kinerja sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan tren sangat positif dan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah. Berbagai indikator utama, mulai dari jumlah kunjungan wisatawan hingga kontribusi ekonomi, tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) serta sumber resmi lainnya, pertumbuhan terlihat pada kunjungan wisatawan mancanegara, mobilitas wisatawan domestik, perolehan devisa, hingga realisasi investasi di sektor pariwisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa selama 2025, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 15,39 juta orang. Angka tersebut melampaui target nasional yang dipatok di kisaran 14–15 juta kunjungan dan naik 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 berhasil melampaui sasaran yang ditetapkan pemerintah,” ujar Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar wisatawan asing masuk melalui tiga gerbang utama, yakni Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau, yang selama ini menjadi destinasi favorit pasar utama Indonesia.
Dari sisi wisata domestik, pergerakan wisatawan Nusantara juga mencatat performa impresif. Total perjalanan wisata dalam negeri mencapai sekitar 1,20 miliar perjalanan, atau tumbuh 17,55 persen secara tahunan.
Sementara itu, kualitas belanja wisatawan asing turut menunjukkan peningkatan. Rata-rata pengeluaran per kunjungan atau Average Spending per Arrival (ASPA) tercatat sebesar 1.267 dolar AS, melampaui target pemerintah.
Sejalan dengan itu, devisa pariwisata pada 2025 diperkirakan mencapai 18,91 miliar dolar AS atau setara Rp317,4 triliun. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tersebut meningkat 13,17 persen dibandingkan tahun 2024.
Kinerja positif sektor pariwisata juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Saat ini, sekitar 25,9 juta orang bekerja di sektor pariwisata, yang didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.














