Rupiah Terpuruk, Anies Minta Pemerintah Jujur Soal Kondisi Ekonomi


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Tokoh nasional Anies Baswedan menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya tengah berada dalam situasi tidak mudah. Menurut dia, tekanan ekonomi saat ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai lapisan.

“Rumah tangga mulai tabungannya menipis, yang muda merasakan sulit cari pekerjaan, yang sekarang sedang bergerak di perusahaan juga mengalami kesulitan untuk pengembangan,” ujar Anies melalui kanal YouTube miliknya, Jumat (29/5/2026).

Anies juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut hingga menyentuh titik terendah dalam sejarah.

Namun, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pelemahan rupiah bukanlah persoalan utama, melainkan hanya gejala dari masalah ekonomi yang lebih besar.

“Mata uang itu sesungguhnya adalah simbol. Kalau penyakit itu namanya gejala, ada masalahnya, cerminnya adalah pada mata uang,” katanya.

Anies kemudian mengibaratkan kondisi ekonomi seperti seseorang yang sedang terserang flu. Menurut dia, suhu tubuh yang panas hanyalah gejala, sementara akar masalah sebenarnya berada pada infeksi yang terjadi di dalam tubuh.

“Nah hari ini rupiah kita melemah, gejalanya. Masalahnya apa?” lanjutnya.

Mantan calon presiden pada Pilpres 2024 itu mempertanyakan akar persoalan yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus melemah hingga mencapai titik terendah.

Ia menilai langkah paling penting yang harus dilakukan pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi sulit saat ini adalah membangun kepercayaan publik dan pelaku usaha.

Menurutnya, kegiatan ekonomi nasional tidak hanya digerakkan oleh pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada tingkat kepercayaan sektor swasta terhadap arah kebijakan negara.

“Langkah yang paling penting adalah membangun kepercayaan. Bagaimana seluruh pelaku itu percaya kepada langkah pemerintah dan sistem pemerintah,” jelasnya.

Anies juga menyarankan pemerintah lebih terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi ekonomi yang sedang dihadapi negara.

Menurut dia, keterbukaan diperlukan agar publik memahami alasan di balik berbagai kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.

“Di samping itu, kita punya problem ruang fiskal yang terbatas, lalu kita punya utang negara yang besar sekali,” tutup Anies.