JurnalPatroliNews – Jakarta – Bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat kembali memicu perhatian nasional soal urgensi penanganan lingkungan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah serius mengatasi persoalan lingkungan yang dipicu perubahan iklim.
Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyampaikan bahwa sikap Presiden tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa agar upaya mitigasi perubahan iklim dapat maksimal.
“Peristiwa ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan iklim bukan lagi isu terbatas pada kalangan tertentu, tapi sudah menjadi tantangan besar di tingkat negara,” ujar Eddy kepada media di Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.
Eddy menilai langkah Presiden Prabowo dalam mendorong pencegahan krisis iklim harus ditopang dengan regulasi yang kuat. Salah satunya melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Perubahan Iklim di Parlemen.
Menurutnya, RUU tersebut akan menjadi landasan hukum untuk memastikan penanganan perubahan iklim dilakukan secara terintegrasi antar kementerian dan lembaga.
“Situasi sekarang bukan lagi sebatas perubahan iklim, melainkan sudah memasuki tahap krisis iklim. Itu sebabnya diperlukan manajemen krisis yang komprehensif,” tegasnya.
Eddy juga mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo yang langsung mengerahkan operasi bantuan melalui udara dan darat untuk menjangkau wilayah yang hingga kini masih terisolasi akibat bencana.
“Presiden mengerahkan seluruh unsur terkait untuk memprioritaskan penanganan korban, terutama melalui pengiriman bantuan udara ke kawasan yang belum dapat diakses,” tutup Eddy.














